Sabtu, 06 September 2014

Saat kau pergi

Diposting oleh Melan Fatmawati di 08.57 1 komentar



entah mengapa hatiku terus gelisah
apa yang kan terjadi
air mata pun jatuh tak tertahan
melihatmu terdiam

ternyata kau pergi tuk selamanya
tinggalkan diriku dan cintaku

 apa kau melihat
dan mendengar
tangis kehilangan dariku

baru saja
ku ingin kau tahu
perasaanku padamu

Untuk kamu yang pergi jauh
mungkin Tuhan tak izinkan sekarang
kau dan aku bahagia

Ketika kamu pergi ...

Diposting oleh Melan Fatmawati di 08.33 0 komentar


Sudah berapa tetes mata yang diam dan aku usap karena kamu
Sudah berapa senyum yang hilang, hingga akhirnya aku wujudkan lagi
Kamu mungkin melihat nya
Apa yang aku lakukan selalu saja tentang kamu
Aku tidak terlalu mengerti sebenarnya apa yang sedang terjadi
Seperti mimpi yang tak tau diri
Aku selalu resah melakukan hal untuk kamu
Bukan soal balasannya, tapi aku gelisah melakukan ini semua karena cinta atau terpaksa dengan kesedihan
Namun aku bercermin
Mataku tidak sedikit pun menunjukan keterpaksaan
Kamu menghilang sebelum aku mengatakan

Jumat, 05 September 2014

Mengapa harus terjadi

Diposting oleh Melan Fatmawati di 17.48 0 komentar



Cinta, kenapa kau tinggal kan aku ?
Tak akan ada cinta seperti mu lagi
Saat aku sendiri, kau telah pergi    
Ku ingin kau begitu erat memeluk ku untuk terakhir kalinya
Aku tak akan sanggup menghapus bayangan mu
Kini ku relakan kau pergi meninggal kan aku
Kegembiraan yang dulu ku rasakan saat bertemu dengan mu
Telah berubah menjadi kesedihan karena kehilangan mu
Mungkin salah ku juga terlalu mencintai mu sepenuh hati ku
Meratapi kisah ku dengan air mata
Ku renungi kisah kita dengan tangisan sendu
Hati ini terlalu sakit karena cintamu
Serpihan demi serpihan luka kini kurasa, kenangan kita ku ingat
Semakin ku kenang semakin hancur hati ini
Bilur bilur luka meleleh
Harapan cinta mementah
Mencoba memikul tangis dan menghapus air mata dipipi
Kapan kah air mata ini menjadi air mata yang bening dan tak keruh
Teruntuk kamu yang pergi jauh
Kapan kah derai tangis ku terhenti
Menjadi setetes dan terakhir
Seharusnya kau tak perlu aku tangisi , seharusnya aku kuat
Seharusnya aku tak perlu pertaruhkan air mata ini demi satu kenangan dan masa yang telah pergi
Mengapa terus jatuh
Dan menumpah air mata yang memerihkan hati ini
Hati ku sekarang menjadi perasa
Air mata ini jatuh
Jatuh untuk cinta yang telah meninggal kan ku
Mata ku yang menjadi saksi bagaiamana air mata jatuh untuk nya
Air mata terus jatuh terlalu banyak hingga menderai
Terlalu lama menetes dan terus menumpah
Aku sendiri bersama keluh kesah ku
Yang tenggelam oleh suara tangisku
Bersama serpihan hati yang selalu aku bawa

 

Queenlauw Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos