Jumat, 26 Desember 2014

Sesederhana itu ...

Diposting oleh Melan Fatmawati di 03.00 0 komentar
" melupakan" dan " mengikhlaskan " adalah dua kata yang berbeda, namun sama-sama sulit kulakukan jika itu mengenai kamu.

Inilah hidup, akan banyak orang yang datang dan pergi, tinggal dan singgah. Seperti kita yang berpisah saat belum saling mengungkapkan perasaan. 
Kamu tahu segalanya dari mataku, dari tindakanku, tapi kamu memilih tak mengartikan segalanya terlalu jauh. Dan pada akhirnya, aku yang berniat mengagumi dan memiliki mu akan tetap disalahkan, aku tak terselamatkan.

Dulu...
Saat matanya dan mataku bertemu. Malaikat seperti menengahi kita.
Singkat, padat, jelas. Aku mencintaimu. Tapi, apapun butuh waktu, juga cinta. Biarkan cinta tumbuh karena keikhlasan, karena cinta itu sendiri bukan paksaan.
Setiap mata berhak untuk menahan air mata, setiap hati berhak untuk menahan sakit, dan menahan untuk tak mengungkapkan itu sakit.

Aku tak tahu kamu sedang mencintai dan merindukan siapa, kamu juga tak tahu kalau aku mencintaimu dan merindukanmu. Kamu seperti delusi yang begitu ku percayai. Padahal ku tau perasaan mu tapi aku tak ingin percaya pada kenyataan. Bagaimana mungkin aku bisa merindukan seseorang yang bahkan tak pernah mengingat ku.

Aku pun mengerti bahwa tidak semua kisah ditakdirkan punya akhir yang indah. Sesederhana itulah pertemuan, serumit itulah perpisahan, sesulit itulah melupakan.

Sesederhana itu ...




.





.


















 

Queenlauw Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos