Jumat, 11 Juli 2014

Sebuah kisah klasik

Diposting oleh Melan Fatmawati di 03.28 0 komentar


Ini kisah klasik yang tidak terlalu asik untuk kalian yang tak pernah mengenal makna dari kata “friendship”. 
Ini Kami yang terlahir dari sebuah perbedaan. Membentuk sebuah persahabatan. 
Tanpa akhir tapi memiliki awal.
Persahabatan kami sangat indah, punya banyak cerita dan bermacam warna yang menghiasinya.
 Ini mereka yang mungkin tak bersamamu ketika kamu sukses, namun mereka yang pasti bersamamu ketika kamu jatuh. 
Dan hanya mereka yang mengerti ketika tak semua bisa memahami saat tak ada kata terucap dan diam yang mampu ungkapkan apa yang tak terkatakan.
 Iya kita tertakdirkan karena Tuhan tidak mengenal kata kebetulan. 
Dan persahabatan adalah cara terbaik untuk mengenal siapa kami sebenarnya.

Kamis, 10 Juli 2014

Diposting oleh Melan Fatmawati di 02.15 0 komentar

Jumat, 04 Juli 2014

Andai kamu mengerti

Diposting oleh Melan Fatmawati di 01.21 1 komentar


Saat tiba perpisahan SMA. Hati ku bimbang entah karena apa. Bukan karena hal akademik. Akademik ku baik sangat baik bahkan lebih memuaskan dari yang ku kira. Namun kebimbangan itu muncul saat aku harus duduk bersama dia. Selama 3 tahun sudah berlalu, perasaan itu tak pernah bisa aku ungkap. Di otakku sudah terbayang, bagaimana sakitnya menahan rindu tanpa adanya perjumpaan. Tapi aku masih bisa melihatmu, memantau keadaan mu, bahkan melihat siapa kekasihmu nanti, tapi semua maya, tidak nyata.

Kalau kau mau tau, aku telah lama mengagumimu, diam-diam memperhatikan mu dikelas. Terkadang hingga larut malam pun aku masih sibuk memperhatikan mu lewat dunia maya mu. Aku tak perduli akan kegilaan ini. Namun sayangnya, kepolosan ini tak mungkin tersentuh oleh sosokmu yang terlalu banyak penggemar. Bergelimang pujian, dan bujuk rayu hangat para pecinta mu. Aku ini siapa ? Aku hanya gadis pemimpi yang mengagumi sosok sepertimu, yang senang menulis segala tentangmu.

3-Agustus-2010.....

Hari ini pun tiba. Hari yang membuat aku ada di dunia ini , dan mungkin hari yang membuat kamu juga hadir di dunia ini. 720 menit perbedaan aku dan kamu ada disini. Yang ku tahu tidak  pernah ada yang kebetulan didunia ini. Kamu. Kini berada dihadapan ku, menjabat tangan ku begitu erat dengan hantaran senyum indah mu yang selalu aku rindukan. Sebegitunya kah aku menggilaimu?. Pertemuan kita bukan lah kebetulan. Aku selalu percaya itu entah dengan keajaiban apa, Tuhan menyebabkan kita saling berkenalan. Aku menatap matamu dan menyadari betapa ini semua bisa saja berakhir jika kau bosan dan pergi. Aku ingin bilang padamu, bahwa aku menginginkan status dan kejelasan, karena selama ini kau sudah tunjukan dunia yang membahagiakan untuk ku. Tapi setiap kali melihat matamu, setiap kali mengingat perkenalan kita yang nampaknya tak lebih dari persinggahan buatmu, rasanya aku semakin kecut. Aku ingin menangis dan air mata ini belum tentu kau pahami.

Aku terlalu meyakinkan diriku bahwa suatu saat nanti kau adalah sosok yang akan membahagiakan ku. Aku telah memimpikan banyak hal, kau akan membawakan matahari untukku dan mengusir semua mendung yang menutupi hariku. Kau akan membawa ku ke langit paling cerah, membawaku terbang, melihat betapa dikotaku yang padat ini masih ada bunga-bunga yang bisa membuat kita tersenyum. Kamu akan membawa ku pulang ke hatimu dan kita membuat banyak daftar mimpi baru. Namun aku salah, kau tidak sehebat itu untuk aku perjuangkan.
 
Jemari ini telah lelah mencoba menyentuh hati mu yang dingin. Kaki ini tak sanggup lagi melangkah karena enggan kaubawa lari jauh-jauh lagi, aku takut dipersimpangan jalan sana, kau akan menginggal kan aku, mengejar tujuan mu sendiri tanpa menyertakan aku dalam langkahmu.


Kamis, 03 Juli 2014

Sedang apa ... ?

Diposting oleh Melan Fatmawati di 23.09 0 komentar


Malam ini entah apa yang aku pikir selain kamu. Mungkin kamu sedang mendengarkan musik RnB kesukaanmu, atau mungkin malah kamu sedang bermain bola sepak bersama sahabat-sahabat mu. Malam ini aku sedang mendengarkan lagu rindu milik Kerispatih, aku bermaksud menghantarkan rindu ini padamu, rindu yang tak kau ketahui, rindu yang tak kau pahami, rindu yang tak kau gubris sama sekali.

Dear, You ...

Diposting oleh Melan Fatmawati di 22.52 1 komentar


Untuk Pria yang lahir  di hari yang sama denganku, yang memilih pergi karena cita-citanya, dan yang selalu menjadi alasan aku merindu..
Aku ingin mengingat mu lagi. Sebelum aku lupa bagaimana sosok mu saat ini. Iya kemarin yang telah berubah menjadi sejarah saat ini. Aku bertemu dengan mu. Hal biasa menurut orang lain diluar sana. Tapi hal terindah untuk ku yang selalu merindukan mu. Kau semakin dewasa, kuharap sikap gila mu pun berubah. Walaupun itu yang membuat ku gila karena mu. Tak ada yang bisa masuk akal saat ini, hanya curhatan hati ku pada Tuhan, Agar Dia dapat mengasihani ku. Iya bisa saja Tuhan menarik mu yang begitu jauh lalu berdiri didepan ku. Aku sudah kau buat lupa. Sehingga aku tak tau orang seperti mu pantas diperjuangkan atau harus ku tinggalkan. Sayangnya, menjauhi orang yang dicinta bukanlah hal yang mudah.
Aku pernah ada. Dulu. Walau hanya sebatas teman dan sahabat walau terkadang melebihi itu. Seringkali mereka menyebut kita adalah sepasang kekasih yang unik. Namun ungkapan cinta dari mu atau aku tak pernah kita letupkan bersama. Bagi ku letupan itu selalu ku lakukan meskipun tak bergema hingga kau pun tak mendengarnya. Tapi, yang ku tau cinta tak harus diungkapkan untuk dimengerti, bukan. Sampai akhirnya aku lenyap dalam jutaan pujian dari sekian banyak orang yang menggilaimu.
Kamu. Bukan aku ingin merusak kebahagiaan mu saat ini. Aku tau kau sedang sibuk mencari ilmu untuk menjadi ahli hukum, aku pun demikian. Namun, tentu kau tahu. Aku perempuan yang takut untuk berbicara soal cinta. Aku hanya bisa menumpahkan semua rasa ku melalui tulisan. Dan izinkan aku untuk melambaikan tangan terakhir untuk mengikhlaskan mu pergi. Aku tegar dengan semua ini. Aku tak akan menyalahkan siapa pun. Karena aku yang memilih untuk mencintai mu, aku yang memilih untuk menunggu mu walau ku tau kau sama sekali tak pernah meminta untuk ditunggu.
Kamu terlalu gaib untuk ku, kamu terlalu jauh untuk ku gapai,


Rabu, 02 Juli 2014

Miss ..

Diposting oleh Melan Fatmawati di 09.17 0 komentar

Diposting oleh Melan Fatmawati di 09.15 0 komentar

YOU

Diposting oleh Melan Fatmawati di 09.06 0 komentar

Diposting oleh Melan Fatmawati di 08.24 0 komentar

Jawab

Diposting oleh Melan Fatmawati di 07.53 0 komentar


Cobalah kau rasakan Air mata ini
Sanggupkah kau temani Setiap tetes setiaku
 
Aku bagai mendung Yang setia pada hujannya
Akan selalu ada Dan terus bertahan
 
Senyummu takkan terganti Maafku takkan memilih
Sabarku slalu berharap Kau kembali...

Jawab... jawablah tanyaku ini Apa ku tlah di hatimu?
Atau kau hanya mimpiku

 

Queenlauw Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos