Saat tiba perpisahan SMA. Hati ku
bimbang entah karena apa. Bukan karena hal akademik. Akademik ku baik sangat
baik bahkan lebih memuaskan dari yang ku kira. Namun kebimbangan itu muncul
saat aku harus duduk bersama dia. Selama 3 tahun sudah berlalu, perasaan itu
tak pernah bisa aku ungkap. Di otakku sudah terbayang, bagaimana sakitnya
menahan rindu tanpa adanya perjumpaan. Tapi aku masih bisa melihatmu,
memantau keadaan mu, bahkan melihat siapa kekasihmu nanti, tapi semua maya,
tidak nyata.
Kalau kau mau tau,
aku telah lama mengagumimu, diam-diam memperhatikan mu dikelas. Terkadang
hingga larut malam pun aku masih sibuk memperhatikan mu lewat dunia maya mu.
Aku tak perduli akan kegilaan ini. Namun sayangnya, kepolosan ini tak mungkin
tersentuh oleh sosokmu yang terlalu banyak penggemar. Bergelimang pujian, dan
bujuk rayu hangat para pecinta mu. Aku ini siapa ? Aku hanya gadis pemimpi yang
mengagumi sosok sepertimu, yang senang menulis segala tentangmu.
3-Agustus-2010.....
Hari ini pun tiba. Hari yang membuat
aku ada di dunia ini , dan mungkin hari yang membuat kamu juga hadir di dunia
ini. 720 menit perbedaan aku dan kamu ada disini. Yang ku tahu tidak pernah ada yang kebetulan didunia ini. Kamu.
Kini berada dihadapan ku, menjabat tangan ku begitu erat dengan hantaran senyum
indah mu yang selalu aku rindukan. Sebegitunya kah aku menggilaimu?. Pertemuan
kita bukan lah kebetulan. Aku selalu percaya itu entah dengan keajaiban apa, Tuhan
menyebabkan kita saling berkenalan. Aku menatap matamu dan menyadari betapa ini
semua bisa saja berakhir jika kau bosan dan pergi. Aku ingin bilang padamu,
bahwa aku menginginkan status dan kejelasan, karena selama ini kau sudah
tunjukan dunia yang membahagiakan untuk ku. Tapi setiap kali melihat matamu,
setiap kali mengingat perkenalan kita yang nampaknya tak lebih dari
persinggahan buatmu, rasanya aku semakin kecut. Aku ingin menangis dan air mata
ini belum tentu kau pahami.
Aku terlalu meyakinkan diriku
bahwa suatu saat nanti kau adalah sosok yang akan membahagiakan ku. Aku telah
memimpikan banyak hal, kau akan membawakan matahari untukku dan mengusir semua
mendung yang menutupi hariku. Kau akan membawa ku ke langit paling cerah,
membawaku terbang, melihat betapa dikotaku yang padat ini masih ada bunga-bunga
yang bisa membuat kita tersenyum. Kamu akan membawa ku pulang ke hatimu dan
kita membuat banyak daftar mimpi baru. Namun aku salah, kau tidak sehebat itu
untuk aku perjuangkan.
Jemari ini telah lelah mencoba menyentuh hati mu yang
dingin. Kaki ini tak sanggup lagi melangkah karena enggan kaubawa lari
jauh-jauh lagi, aku takut dipersimpangan jalan sana, kau akan menginggal kan
aku, mengejar tujuan mu sendiri tanpa menyertakan aku dalam langkahmu.