Kamis, 23 Januari 2014

Penantian dan Pengabaian ...

Diposting oleh Melan Fatmawati di 02.02 0 komentar

Dan lagi ,kau selalu membisu ketika ku bertanya tentang sebuah cinta.Memang perkenalan kita semata hanya saling menerka-nerka, tanpa pernah benar-benar bertanya. Apakah sungguh ada cinta?Aku dan kamu saling mengenal ,saling mengerti ,dan saling memahami rasa meski tanpa alasan dari adanya sebuah kepastian.Betul tidak semua ketulusan memberikan balasan.Tapi , pernahkah kau sedikit merasa bahkan membayangkan sakitnya aku , yang ternyata hanya kau mainkan... Kau tau.. aku lelah dengan semua.
Mungkin lebih baik jika aku pergi saja.
Tapi lagi ,lagi dan lagi .. aku tak bisa. Entah mengapa yang aku inginkan hanyalah diri mu, bukan yang lain. Aku selalu menanti dan terus menanti tentang sebuah jawaban dari harapan ku selama ini , harapan yang membunuhku secara perlahan,harapan yang mematikan segala kebahagiaan yang harus terhenti tiba-tiba.Aku sakit dan letih berjuang sendirian untuk hal yang tak pernah peduli pada ku,untuk hal yang menarik ulurkan hatiku,memainkan perasaanku,dan mengabaikan penantianku.
Terlalu berkhayal pada hal yang tak akan pernah bisa terwujud..Itu aku.Dan akhirnya aku hanya bisa memendam harapanku yang tak akan pernah menjadi nyata.Aku ingin kamu tau semua-nya apa yang ingin aku sampaikan kepadamu, tapi aku tak punya keberanian untuk menunjukkannya kepadamu. Karena untuk mengungkapkan perasaan memang butuh keberanian. Sayang-nya memendam perasaan juga rasa-nya tidak selalu seindah yang kukira ,jika yang diharapkan bukan seperti yang diinginkan, lebih baik menerima dan mengikhlaskannya. dan selalu belajar dari kedaan.
Lihatlah ! aku diam,karena itu adalah wujud dari segala kesabaranku.Kesabaran yang penuh dengan kekecewaan dan selalu berakhir dengan air mata.Namun pantaskah aku menangis untuk seseorang yang tak pernah berbicara sayang?yang tak kunjung meyakinkan dengan kepastian?
Dari seseorang
yang letih memperjuangkan mu...
Namun , terima kasih untuk semua..Setidaknya kau telah membuat ku menunggu,mengajarkan aku untuk bisa bersabar.Dan akhirnya aku juga tau mana hal yang pantas untuk aku tunggu atau aku ikhlaskan.Kini aku memilih mengikhlaskan,karena terkadang hal yang selalu aku pertahankan malah menjadi hal yang paling menyakitkan untuk aku terima....

Rabu, 22 Januari 2014

Cinta ditakdirkan dihari kita bertemu

Diposting oleh Melan Fatmawati di 00.00 0 komentar

Masih juga terbangun memikirkan namanya. Entah mengapa ? Dan malam ini tercipta folder lagu dengan nama mu agar semua lagu itu membuat mu lalu.. dan agar esok, hati ku tak lagi sendu.. Iya Lagu cinta yang hanya membuat butterflies di perut ku mengepakan sayapnya lebih cepat.Menghantarkan perasaan hangat ke ulu hatiku.
Dan sepertinya ada yang tersisa. Entah apa.. Bukan karena aku masih cinta buta, meski sudah begitu, diam tanpa suara dan habis sudah ribuan kata
Apa rasanya nanti jika kita bertemu? Apa rasanya nanti jika ku menatap mata mu?
Lalu duduk terdiam ku, memikirkanmu.. menatap bintang, belum juga lelahkah kau berlari? Duduk lah di sini, disampingku..
Untuk sejenak duniaku berputar, rasanya ingin lari keluar dan berteriak aku cinta kau!
meski lima purnama terlewat, meski lautan sudah berjarak, masih menginginkan kau dekat, merangkai hati yang terserak.
.. kamu yang tak juga bilang sayang, apa kabar? Kata katamu yang tak pernah romantis.. tak pernah puitis.. tak juga sadis..Hai kagumku nyata.. lebih dari pelangi yang tak pernah bisa teraba. Lebih setia daripada pagi yang hanya ada sebentar saja.Mengucapkan nama mu, membisikan nama itu.. mengalunkan nama mu di temaram yang akhirnya membawaku tertidur memimpikan musim semi..
Dan tidak terlarut larut dalam kesedihan, aku tau tidak mudah, bangun cantik, everything is going to be fine in no time.
Pagi ini terbangun, memimpikan kamu. Aku pasti sangat merindukanmu. Terlalu merindukanmu.
masih juga mencari jejakmu.. belum juga lelah, menunggu mu menemukan ku..dan ku tau
kau dan cintamu yang tak berbalas.. aku dan cintaku yang tak kau balas..
Cinta sejati, terjadi begitu saja. Tidak perlu ada pembuktian diri, tidak perlu usaha setengah mati, hanya hati yang saling ingin memiliki.
Semua akan terjadi pada waktunya.. Pasti.
 Dan pada saat waktu itu datang, it'll be amazing.. lebih indah dari mimpi indahmu.. Sungguh.










Senin, 20 Januari 2014

Ternyata diam adalah senjata ku untuk mengagumimu..

Diposting oleh Melan Fatmawati di 02.15 0 komentar
aku hanya bisa diam mengagumimu
dari kejauhan tanpa isyarat dari kalbu
diri ini tersadar           
ada rasa tak biasa kutemui
namun lagi-lagi aku hanya bisa diam


ketika aku tau bahwa kau
adalah pria disaat itu 
diri ini diam untuk bertanya
dalam sekantung rasa dalam dada
ternyata dalam lamnun asa          
kaulah sosok yang membuat hati ini resah
resah ketika melihat kau tak sengaja  
menemui pandanganku ...


hatiku bergetar seketika           
namun untuk melepasnya
aku hanya bisa terdiam
ada satu memori indah
yang takbisa kutulis disini
karena dia hanya ada disini
di dalam hati,di dalam memori

selain aku bersembunyi dalam diamku           
 mungkin diamku tak berarti lagi             
dalam hidupmu kini           
 namun diam ku akan bertepi dan             
terlepas dalam belenggu diam

aku berada dalam lamunanku
saat aku tersadar ternyata
diam adalah caraku untuk mencintaimu...



 




                                                                                                for you :

                                                                                            rompi  kuning :)

surat untuk kamu

Diposting oleh Melan Fatmawati di 02.07 0 komentar
Sudah setahun ini resti dan yudha menjalin pertemanan, namun kenyataan nya bukan terlihat sebagai teman. Resti menganggap yudha sebagai musuh abadi. yudha menganggap semuanya terserah, bisa dibilang teman iya bisa dibilang musuh iya. karena yudha yang sukanya usil terhadap resti, membuat resti menjadi terusik dengan tingkahnya. Dibalik keusilanya, yudha memiliki perasaan terpendam ke resti. Hanya saja resti tidak bisa menangkap maksud darinya.
Di rumah Nana, dikamarnya.
“res, menurut loe bima sama yudha keren siapa?” Tanya nana iseng. mendengar pertanyaan nana yang kurang kerjaan resti terbangun dari tiduranya.
“yaa.. bima lah!” serunya bersemangat.
“iya loe bilang bima, karena dia pacar loe kan..” resti menghampiri nana yang sedang merapikan rambutnya.
“sebentar..” ucapnya heran “loe kok, banding-bandingin mereka berdua ke aku na?” nana menyudahi kegiatanya, lalu meletakan sisir di depan kaca riasnya. mulai memperhatikan resti yang bertanya
“bukanya gitu res. Aku Cuma pengen Tanya aja. tapi sikap yudha ke loe kok terlihat aneh..” ucapnya berhenti, nana mengambil gelas yang terisi es jeruk kemudian Menyeruput sedikit. resti hanya tertegun memperhatikanya. Lalu gelas tadi dikembalikan ditempat semula setelah itu mulai berbicara “mungkin dia suka sama loe res” ucapan nana memberi kesan terpendam.
“haa? Gila loe kalau ngomong..! mana mungkin! Dia adalah musuh abadi gue” resti kesal.
“tapi apa loe gak merasa sedikit pun res, kalau dia suka sama loe” Tanya lagi nana.
“ya gak lah.. mana mungkin gue suka. gue kan sudah jadian sama bima. Pasti loe mungkin yang suka”. nana kembali mengambil gelasnya, lalu menyeruputnya lagi sedikit demi sedikit.
“kalau iya kenapa?” goda nana sambil menyeruput jus jeruknya.
Di kelas yang selalu tidak pernah sepi resti duduk di pertengahan bangku. hari ini terasa hampa. Sahabatnya nana yang ditunggu belum datang juga. biasanya sahabatnya datang lebih awal dari pada dirinya.
“hai, res..! tumben datang pagi-pagi” sapa seorang cowok meletakan tasnya di meja sebelahnya dengan wajah tampak ceria.
“iiih.. ngapain sih anak!!” gerutunya kesal dalam hati, ia memalingkan pandangan ke sudut pintu kelas. cowok itu duduk disebelahnya seraya memandangi resti. Resti yang mengetahuinya mencoba mencuri pandang sedikit ke cowok itu. dia merasa terganggu olehnya.
“ngapain loe lihat-lihat kayak gitu?!!” tanyanya kesal. Cowok itu mengalihkan pandangnya ke arah lain untuk mencari alasan
“gak.. siapa yang ngeliat” ucapnya pura-pura bodoh.
Cowok itu ialah yudha. cowok yang selama ini menjadi musuh abadinya. Mereka bisa duduk sebangku karena keinginan yudha sendiri. Awalnya di kelas mereka duduk berjauhan. berkat sahabatnya nana, yudha bisa sebangku dengan resti. Dengan alasan nana ingin mendekati cowok yang disukainya. Ia adalah fano sahabat yudha juga. padahal semua itu hanya trik nana agar yudha bisa sebangku dengan resti.
Besok malam, bima pacar resti mengadakan hari jadinya yang sudah kurang lebih 1 tahun berjalan. bima mengajak sahabat atau teman resti untuk meramaikan acaranya. teman cewek baik cowok juga turut diundang. yudha pun turut serta, awalnya resti tak menyetujui ia datang, namun terlanjur nana sahabatnya mengajaknya. lalu bagaimana lagi.
Di sebuah kafe yang cukup elit, bima pacar resti memboking sebagian tempat yang ada disana. tampak dari raut muka nana mencari sesuatu di setiap sudut kafe, yang di tatapnya selalu arah pintu masuk kafe. dari arah pintu masuk tiba lah seorang yang di cari-carinya. “itu dia datang!” serunya seraya melambaikan tangan ke arahnya. semua mata tertuju ke arah seorang tadi.
“sori telat.. sudah mulai acaranya?” ucapnya. bima yang dari tadi duduk sambil bercengkrama kini berdiri tuk menyambut kedatanganya.
“sahabat gue yudha.. thanks banget udah datang..” ujarnya, mereka berdua bersalaman. “silahkan duduk yud, anak-anak dari tadi udah nunggu loe. gue kira gak dateng”, ucapnya mempersilahkan duduk.
“iya bim, thanks uda diundang” balas yudha turut bahagia. yudha memilih kursi kosong di depan tempat resti duduk. karena kursi yang lain sudah dipenuhi orang-orang yang hadir. apa kebetulan memang?
Acara pertama berlangsung seru. namun yudha tampak beda. ia sesekali mencoba turut bahagia, walau itu terasa sakit di hatinya. apa daya yang dilakukanya, melihat seorang yang pertama kali disukainya menjadi milik orang lain. memang semua karena cinta, kadang disakiti kadang juga menyakiti. itulah yang dialami seorang yudha. ia merasa tersakiti, walau dirinya saja yang tahu.
Jam menunjukan pukul 11.00, acara barusan saja selesai. sebagian teman dan sahabatnya pamit pulang. resti pamit ke toilet sebentar untuk membersihkan sisa sisa kotoran, akibat toletan kue dari teman-temanya. saat selesai ke toilet ia dihadang yudha. resti yang tahu mencoba menghindar. tapi dengan cepat tangan resti digapainya.
“res, gue mau bicara sebentar” seru yudha. resti terganggu dengan kehadiranya.
“ada apa sih yud, yaudah lepasin dulu tangan gue! jangan sampai bima tau” yudha melepas genggamanya. resti mengelus tanganya yang sakit akibat gapaian tangan yudha. yudha merasa dirinya tadi terlalu kencang menariknya merasa bersalah “res, tangan loe gak papa? sakit?” yudha prihatin. resti merasa muak mendengar basa basi yudha.
“gak papa. ya udah, kalau ngomong, ngomong aja. gue mau balik udah ditungguin anak-anak” ketusnya. yudha langsung to the point.
“sebenarnya sejak lama gue sudah menyimpan perasaan ini ke kamu res” ucapnya berhenti sambil mengatur lajur hatinya yang kacau. resti tak mengerti maksud dari ucapanya
“ah, loe bicara apa yud?” yudha berpikir saat inilah yang tepat untuk menumpahkan segala keraguanya selama ini pada seorang yang diam-diam ia cintai.
“aku sayang kamu res” ucapnya membuat mereka saling menatap satu sama lain. nampaknya dari raut muka seorang yudha resti menangkap apa yang di katakanya barusan hanya lelucon yudha semata.
“udah yud, semua ini nggak lucu. loe bilang kita bermusuhan terus sekarang loe bilang sayang. mau loe itu apa sebenernya?” tegas resti
“gue bilang semua itu karena gue ragu res, tapi sekarang gue memberanikan diri untuk hari ini. karena gue gak lama lagi disini” katanya memegangi kedua tangan resti. mereka saling bertatapan seperti ada ikatan batin yang terlarang untuk dilakukanya. resti mengingat akan bima lalu mencoba melepaskan secara perlahan genggaman yudha
“sori yud, gue gak bisa.” tolaknya
“tapi res?” ucapnya masih berharap.
“sori gue mau balik, udah di tunggu anak-anak yang lain” katanya mengalihkan topik pembicaraan. yudha tak bisa memaksa kehendak resti, ia merasa dirinya penantianya selesai sampai disini kemudian resti meninggalkanya sendiri dengan penuh pertanyaan.
Resti merasa dirinya bersalah akibat kejadian kemarin malam, saat yudha mengutarakan isi hatinya yang selama ini dipendamnya sangat lama. balasan yang terucap dari bibirnya seakan menyakitinya. hari ini sudah 4 hari yudha tak masuk sekolah. resti merasa kesepian. ia sesekali menatap bangku sebelahnya yang kosong. disitulah tempat yudha duduk denganya. apa ini yang dinamakan cinta. yang dialami resti sungguh di luar dugaan. dirinya tiba tiba saja rindu sosok yudha. ia merasa seperti orang bodoh yang selalu ada dipikiranya hanya yudha. cowok yang usil pada dirinya. sepertinya kata-kata itu membekas di lubuk hatinya. kadang ia tersenyum sendiri melamunkan tingkahnya, candanya, godaanya yang semua itu terlintas dibenaknya lalu semua itu terhalau, akan ucapanya tempo lalu.
Hari ini resti mendapat kabar dari nana sahabatnya bahwa yudha akan pergi ke amerika. mendengar itu, hatinya seperti tertusuk jutaan duri tajam. kenapa ia pergi begitu saja? kenapa dia menyerah begitu saja? semua pertanyaan menghinggap dipikiranya. mungkin aku yang keterlaluan selama ini. perasaan itu kini mulai memuncak, yang seharusnya resti tertawa bahagia ketika melihat musuh abadinya akan pergi dari kehidupanya namun sekarang ia seperti terbelenggu dalam suatu hasutan rindu yang mendalam. inikah rasanya cinta..



Dipagi yang segar, resti bergegas ke bandara. mobil yang ia kendarai melaju kencang. sambil menatap jam tanganya ia merasa was-was, takut kedatanganya tidak tepat waktu. sesampai disana ia berlari tak menghiraukan orang-orang disekelilingnya, setiap dia menabrak seorang yang lagi berjalan yang dikatakanya hanya “maaf”.
“yudha!!” serunya. yudha yang hampir masuk ke loket penerbangan menoleh kaget.
“resti..” ucapnya heran. tiket yang di serahkan ke penjaga loket di tarik kembali, lalu ia meminta waktu sebentar pada penjaga itu, untuk menemui seseorang.
“res, kamu kok bisa kesini” ucapnya heran. resti sontak memeluk yudha.
“yud, aku juga sayang sama kamu. aku tahu, aku memang kasar sama kamu. gak menghargai perasaanku ke kamu saat di acara pesta kemarin” katanya sambil mencucurkan air mata. yudha pun menjauhkan pelukan dengan kedua tanganya secara perlahan.
“res, kamu gak kasar, cuma aku yang salah. saat kamu sudah memiliki bima, baru aku jujur kalau aku suka sama kamu”
“kamu gak salah yud. seharusnya aku yang salah, kenapa perasaan ini baru hadir di saat orang yang benar aku sayangi ingin pergi dari kehidupanku” ucapnya memegang erat tangan yudha. “yud, apa bisa kita bersama?”
“res, itu gak akan mungkin. aku gak mau persahabatan ku dengan bima berakhir karena aku menyakitinya.”
“sebenarnya sejak pertama kali jadian, aku tidak menyimpan perasaan sedikit pun ke bima yud. aku harap kamu ngerti”
“res, dia sudah memberikan semuanya yang terbaik untuk kamu. aku harap kamu ngerti. jangan mengecewakanya, karena kehadiranku yang mungkin membuat kamu menjadi begini.”
“tapi yud?”
“res, aku harus pergi. kamu jaga bima baik-baik. aku berharap jangan sakiti dia. dia memang orang terbaik buat kamu.”, yudha melepaskan genggaman resti. “ini res, kamu buka setelah kepergian ku nanti”. diambilnya surat itu dari tangan yudha. kemudian yudha bergegas meninggalkanya.
“yud..” lirihnya. yudha berjalan menjauhi resti yang berdiri dengan perasaan kecewa. ia tak tahu berbuat apa. yang bisa dilakukanya memandangi kepergian yudha. lalu dengan sekejap mata. sosok yudha itu pun lenyap seketika. kemudian resti membuka bungkusan itu. yang ia lihat banyak foto-foto dirinya yang diam-diam yudha simpan dan curahan isi hati yudha pada resti. resti terpana pada isi kata-kata akhir surat itu.
“batu yang tersapu ombak pun akan rapuh. begitu cinta. yang benci akan menjadi rindu. semua patut dipertanyakan kenapa hal itu bisa terjadi? kadang orang hanya bisa menebak, bukan mencarinya. dari tetesan air hujan yang terbentuk dalam gumpalan awan hitam semua hanyalah kebetulan?. itu bukan alasan yang tepat! semua telah teratur dalam skenario kehidupan. yang menjadikan manusia tetap bertahan walau sesakit apapun. karena cinta bukan permainan, bukan omong kosong, dan bukan perbedaan. tapi satu yang terpenting. ialah menghargai. karena cinta menanamkan penghargaan, dalam masing-masing tiap insan.”

Cerita dibalik seporsi oriental bento.

Diposting oleh Melan Fatmawati di 00.57 0 komentar



Hari ini langit tak menangis seperti biasanya, mungkin dia mengerti apa yang kami ingini.Aku,nunung,dan amoy (bukan nama sebenarnya) mempunyai rencana ingin hangout sekaligus bertatap sapa setelah hampir 6 bulan tak bertatap mata.

Tepat pukul 11.00 mereka datang menjemput kegembiraan kami setelahnya.Karauke,bermain games,makan,curhat,foto,tertawa lepas menjadi rencana yang telah tersusun rapi untuk kami lewati dihari ini.Season city menjadi saksi semua yang kami lakukan untuk memakan teriknya siang dihari selasa 14 januari 2014 itu.
Segala kami lewati, mungkin diawali dari list untuk memasok energi dengan memesan satu menu oriental bento yang menjadi awal dari semua energi yang akan kami habiskan hari ini.

Ternyata kami harus menunggu 10-15 menit untuk memakan nya.Baiklah kami habiskan waktu menunggu itu untuk mencurahkan segala perasaan kami, dari lelucon,sampai emosi kami luapkan tanpa sadar bahwa tidak hanya kami bertiga disana.Biarlah,hari ini telah kami beli , untuk kami habiskan bertiga saja.iya bertiga saja.

            Intinya semua telah tercurahkan..seperti ini,saat ini dan detik ini....
mungkin Nunung telah menyukai teman satu kampusnya.Iya alim katanya.menjadi satu acuan dia mencintai pria alim itu.Mungkin cinta karena kekaguman sesaat atau bahkan waktu telah menyiapkan rencana lainnya.Iya kamu dan si pria alim itu memang tertakdirkan.Amin.
amoy,meluapkan segala emosi nya pada kisah yang masih tersisa.Kisah masa lalu yang ditahun ini telah dia bakar,bahkan telah mencoba melupakan.Semua telah terjadi.Terkadang ada masa dimana hanya menjadi sebuah jembatan untuk kita lewati ke masa yang lebih indah,yang terkadang terabaikan karena keindahan sesaat ketika kita melewati jembatan itu,jembatan yang hanya menyiapkan kebahagiaan sesaat saja,iya sesaat yang selalu kita artikan sebagai keindahan yang harus kita bayar dengan kesedihan dan air mata disaat kita harus melupakannya.
Aku.Kembali lagi ke aku.Masih sama.aku hanya menceritakan dia.Iya musuh terindahku yang menjelma sebagai cinta pertama,cinta yang tak pernah terlupakan,bagian paling indah dimasa transisi kekanak-kanakan menjadi remaja atau dewasa.Putih abu-abu.Cinta yang terlewatkan.cinta yang terabaiakan karena keegoisan,dan cinta yang tertutupi oleh kebencian.bukan benci biasa.benci yang diartikan sebagai “benar-benar cinta”.Pengennya ngungkapin tapi semua tidak seperti dulu.saat aku dan dia bertemu dimasa pertengahan putih abu-abu.yang aku ingin ungkapkan ,kata yang penuh keterlamabatan untuk ku mengatakan “AKU SUKA NYA SAMA KAMU MUSUHKU,BUKAN PACAR KU”
Iya semua cerita tetap kami jabarkan , bahkan kami deskripsikan dengan sangat.Sampai semua terlewatkan.Kami lega.Kami tertawa lepas.Mendengar segala percintaan kami masing-masing.Yang masih saja terbungkus dan dihiasi oleh keegoisan yang dipadukan oleh rasa gengsi yang mengalahkan perasaan sayang yang sebenarnya.Kami tak pernah menyesali apapun itu.Bagi kami ini hal biasa.semua memang harus dijumpai dan diakhiri,hanya waktu yang membedakan itu.Kami pun mempunyai kesimpulan dan sudut pandang yang berbeda bahwa semua mempunyai makna.Iya Nunung mungkin akan tetap mempertanyakan dan mengharapkan si pria alim itu menjadi bagian cerita disudut kampus yang akan mewarnai hidupnya.sekali lagi iya.Warna cinta.
Amoy tak kan lagi menggantungkan masa yang harusnya telah terkubur,masa yang hanya mengingatkan luka yang teramat dalam untuknya luka yang harusnya telah terkubur.Sekali lagi.Iya masa lalu.
Aku , tak kan pernah melupakan dia,cinta pertama ku,si mr.jail,lucu,musuh,dan ajaibnya si lelaki yang lahir pada hari yang sama dengan ku.Cinta pertama mengajarkan aku segalanya meskipun kita tak pernah terikat oleh sebuah kepastian,tapi itu telah melahirkan kebahagiaan.Kebahagiaan yang abadi dan sangat indah untuk dikenang.
Baiklah kami telah menghabiskan oriental bento dalam waktu yang cukup lama.Bukan karena porsi nya yang besar,tapi cerita dibalik semua, cerita dibalik seporsi oriental bento.
List selanjutnya pun akan kami mulai,hari ini,saat ini,dan sampai detik ini saat aku menuliskan berbagai macam aksara yang tersusun menjadi kalimat dan paragraf yang sekarang kalian baca.

Hati yang tersendiri

Diposting oleh Melan Fatmawati di 00.53 0 komentar
untuk kamu , hai lelaki leo ku
terkadang air hujan tak dapat membasahi hati yang terluka
tak dapat mendinginkan ataupun menyejukkan
tak dapat pula untuk menenangkan
diantara titik hujan tiada gelisah yang terlihat
tiada pula terlihat tetesan air mata ditengah derai hujan yang turun
tiada kata yang terucap saat hati membisu
belum sempat ku membagi tawa ku untukmu
belum pula ku sempat membuatmu tersenyum
dan kini takdir telah beralih jalan
meninggalkan ku dipersimpangan
sendiri dalam kesendirian

Langit itu biru

Diposting oleh Melan Fatmawati di 00.40 0 komentar
Langit itu biru
Tidak hitam atau kelabu
Penuh terpampang
dari ujung mata ke ujung mata
Langit itu biru
Tempat awan berlari
Matahari bersandar
Bungkus bumi dengan citra pesona
Tak jarang aku bertanya
Pada embun di saat fajar
pada halimun di kala senja
Mengapa langit itu biru???
Angin terus berbisik
Burung terus menari
Dang hanya satu yang kutahu
Langit itu ….. Biru

Minggu, 19 Januari 2014

Cinta yang terlahir dalam kebencian

Diposting oleh Melan Fatmawati di 07.29 0 komentar
Apakah cinta selalu hadir karena kekaguman ? Bisakah cinta lahir dari kebencian ?

Pernahkah kalian jatuh cinta pada seseorang yang awalnya kalian benci ? Seseorang yang kalian jauhi setengah mati ? Namun dia tetap ada disetiap waktu dan tempat dimana saja kalian berada ? Bahkan kebencian itu tumbuh pada orang yang datang ke dunia ini dalam hari dan waktu yang sama ? intinya kalian membenci dia.

Ternyata cara orang mengungkapkan cintanya itu beragam.Ada yang melalui kekaguman,sehingga dengan mudah orang mengartikannya cinta.Tapi ada juga yang memilih dengan kebencian namun tidak dilandaskan dengan dendam.

Siapa yang sangka ? Siapa yang bisa menerka ? Ketika cinta diam-diam tumbuh dan mengakar pada hati seseorang yang kalian benci,secara perlahan bahkan tak pernah kalian pahami dengan berbagai cara yang aneh yang bahkan tak bisa di logiskan oleh akal sehat.Iya cinta memang terkadang abnormal,menjauhi garis normal,dan mendekati garis yang tak logis.Tapi ketidaknormalan itulah yang melahirkan keindahan dan kenangan yang tak terlupakan.

Hanya karena keseringan bertemu melalui pertengkaran , membuat kalian merasakan energi magis yang menarik kalian kedalam kerinduan.Iya kerindua, bila terkadang kalian tidak dipertemukan dengan dia orang yang paling kalian benci setengah mati.Cinta yang terbentuk dari pertengkaran lucu yang unik bahkan ajaib,karena terjadi pada laki-laki dan wanita yang terlahir dihari yang sama,ditakdirkan dalam kelas yang sama,dan dipertemukan dari kebencian dalam arti cinta yang tertunda.

Cinta tak selalu datang karena melihat keindahan,karena adanya kecocokan,karena adanya kekaguman,karena adanya kelebihan.Cinta punya cara tersendiri untuk menyatukan seseorang dengan caranya yang logis ataupun tidak logis.Cinta punya cara tersendiri untuk mengungkapkan sayang nya,persaannya,kekagumannya,meski dengan cara yang berbeda.

Tapi percayalah , apapun itu ini adalah pernyataan dari semua orang yang merasakan cinta dari kebencian yang teramat dalam.Tapi pertanyaan nya adalah mengapa kamu membenci dia bila pada nyatanya itu lah cara kalian berbagi cinta ?

Buat Kamu

Diposting oleh Melan Fatmawati di 06.02 0 komentar
Kamu yang selalu aku rindukan senyumnya
Kamu yang selalu membuat gelak tawa
Kamu yang selalu jadi alasan dari tiap bahagia dan sedih ku

Dimana kamu?
Tidak kah kamu juga merasakan hal yang sama seperti yang ku rasa?
Merasakan bagaimana rindu ini selalu menyeruak masuk ke dalam hidup ku.

Aku merindukan mu ...


ketika ....

Diposting oleh Melan Fatmawati di 05.38 0 komentar
" Selama aku masih bisa bernafas , masih sanggup berjalan, ku kan selalu memujamu, meski ku tak tau lagi engkau ada dimana , dengarkan aku , ku merindukanmu "

"lo kira gue bakal jatuh cinta sama orang nyolotin kaya lo ! songong ! tengil ! cowo gila !"

Karena benci tidak melulu melahirkan dendam.
Ada benci yang melahirkan rindu,bahkan cinta yang menggebu.
Itu terbukti pada aku dengan mu.
Mungkin semua telah berlalu ,semenjak kita terpisah karena waktu.
Tapi salahkah aku tetap merindukan mu ? 
Waktu tak bisa melarang rindu untuk tetap mengalir dan menyebut namamu dalam setiap pertemuan lima waktu ku pada Tuhan.
Tenanglah sayang, aku tetap disini . Namu bukan lagi menjadi orang yang membenci mu dan bertengkar di setiap waktu yang kita punya dulu.
Ketika kita berseragam putih abu-abu.
Aku akan menjadi seorang akuntan.
Dan kamu akan menjadi seorang pengacara.
Berbeda memang . tapi itu cita-citamu bukan? 
Dengan cara itu kita akan mengerti tentang hukum perpisahan dan memaknai indahnya pertemuan.
Nanti ketika ...
Aku bergelar Sarjana Ekonomi, dan 
Kamu sebagai Sarjana Hukum.

hallo , manusia jail

Diposting oleh Melan Fatmawati di 04.54 0 komentar
Rompi kuning ! Hallooo, semua mengingatkan ku tentang kamu.
Hujan bernyanyi.
Aku menari.
Tarian resah dan senandung gelisah.
Namun terselip cinta diantarany..

Aku kangen kamu.
Aku ingin semua  kembali , saat aku pertama kali menemukanmu dalam kegelisahan.

Aku kangen kamu.
Dimana semua berawal sebelum sampai saat ini.
Aku menemukanmu si rompi kuning,dengan segala sandiwara penuh keangkuhan cinta,terhadap cinta yang kita rasakan.

Iya 1000 cara ku untuk menolak semua.
Tapi hati ini berontak!dan memaksa ku untuk merindukan mu.

miss you , manusia jail
Hai manusia jail si lelaki leo !! Lihat aku disini!!

Entahlah !!!

Diposting oleh Melan Fatmawati di 04.27 0 komentar
Bisa di bilang apa ini ?
Tentang rasa yang tak pernah terungkap.
Tentang cinta yang tak pernah di perjuangkan.
Tentang rindu yang tak pernah tewujudkan.
Tentang kesombongan dan kebencian yang membutakan segalanya.

Bisa di bilang apa ini?
Rasa acuh yang meracuni semuanya.
Rasa sesal pada akhirnya.
Rasa yakin yang menguasai segalanya.
Rasa yang tak pernah dirasa oleh ku ataupun si calon pengacara.

Aku salah?
Kamu salah?
Siapa yang salah?
Kebencian?Kegengsian?Rasa acuh yang mengakar?

Bukan!!!

Aku menyesal?
Aku merindu?
Aku mencinta?
Aku menunggu?

Iya!

Tadi bukan,Sekarang iya !!!

Entahlah !!!
untuk kamu yang aku rindukan

Kamis, 16 Januari 2014

seandainya

Diposting oleh Melan Fatmawati di 02.05 0 komentar
Bila saja aku bisa mengalahkan kegengsian dan kemunafikan rasa yang  dulu aku lakukan,mungkin kini kau ada disampingku.

Hai calon ahli hukum, aku mencintaimu. sejak dulu bahkan saat ini pun aku tetap setia dengan perasaan aneh ini.
Hai calon ahli hukum si pangeran sabangan yang entah dimana.

ingat aku , lihat aku , rasakan semua ini . 

Kisah berantakan yang aku hancurkan karena meninggalkanmu dan memilih orang yang sama sekali tak pernah aku cintai . Lagi lagi tentang gengsi .iya aku lelah menunggunmu saat itu dan aku lelah melihat mu , menjual cinta dan rayuan pada siapa pun.
lihat ceritaku dengan segala plot yan tak terarah.yang selalu mengarah padamu.

hai calon ahli hukum,,, si rompi kuning dan si mata aneh .. aku menyayangi mu.

Minggu, 12 Januari 2014

Akuntansi

Diposting oleh Melan Fatmawati di 22.41 0 komentar

Aku Kamu

Diposting oleh Melan Fatmawati di 22.40 0 komentar
Kamu adalah apa yang selalu aku tulis.

tapi

Aku adalah apa yang tak pernah kamu baca

Hanya Asa

Diposting oleh Melan Fatmawati di 21.46 0 komentar

 

Queenlauw Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos