Selasa, 18 Agustus 2015

Ada saatnya kamu mengerti

Diposting oleh Melan Fatmawati di 09.24 0 komentar


Perasaan ini tak sepenuhnya aku mengerti dan aku pahami.
 
Ada perkenalan yang melekat singkat,

ada perkenalan yang sudah menyentuh perpisahan tapi masih begitu melekat ,

 ada kenangan yang tak dapat dilupakan dengan cepat . 

Mengira dia punya perasaan yang sama,

membangun anggapan bahwa dia juga cinta.

Jika dia pergi....

aku terluka.

Mencintai dalam diam

memang selalu menyakitkan,

penuh pengabaian
  
tanpa terungkapkan.

Diam-diam,

 hatiku yang terdalam,
  
sangat mengharapkanmu.

Aku ingin bertemu denganmu

 di suatu tempat,

tapi tempat itu

 bukan bernama mimpi.

 Mungkin,

Tuhan hanya ingin mempertemukan kita,

bukan menyatukan kita



Selasa, 27 Januari 2015

Aku bisa melihat mu

Diposting oleh Melan Fatmawati di 08.40 0 komentar
Ketika ujung jariku menyentuh mu.
kehangatan menyergap kedalam hatiku yang dingin.
aku ingin dengan pelan menghampiri mu dan bersandar padamu.
Namun jarak diantara aku dengan mu tidak juga menghilang.

Tidak masalah jika aku tak dapat menyentuh mu
Tidak masalah jika aku tidak bisa memeluk mu

Cinta yang sepi
iya aku mencintaimu,
 seperti takdirku aku bisa merasakanmu
Hati ku akan meraih mu.

Aku ingin membuat tangan ku menyentuh mu lalu menggenggammu.
tapi itu seperti akan menjauhkan kamu dari ku, aku hanya ingin bersamamu.

Aku bisa melihatmu

Kau membuat ku gila

Diposting oleh Melan Fatmawati di 07.58 0 komentar
Apakah kau mendengar hati ku ?
Apakah kau melihat tangisan ku ?

Satu-satunya yang aku ingin di dunia, hanya satu
Aku membutuhkan mu.

Mengapa kau terus berlari dariku?
Mengapa kau terus menjauh dariku?
Tetap lah disamping ku, genggam tanganku
Jika kau mencintaiku.

Kau membuat ku gila
Kau membuat ku menangis
Kau seakan-akan dekat sehingga bisa aku raih
Namun ketika aku ingin meraihnya, kau menjauh layaknya angin

Hati ku berkata , aku mencintai mu.
Tangis ku meminta maaf
Cinta yang kulakukan sendiri, cinta yang hanya meninggalkan air mata.
Cinta yang bodoh.

Dapatkah aku memelukmu sekali saja?
Dapatkah aku ucapkan kata selamat tinggal untuk terakhir kalinya?

Jangan lupakan kenangan indah itu.

Suatu hari nanti jika aku bertemu dengan mu lagi
jangan katakan selamat tinggal





Selasa, 20 Januari 2015

Pertemuan ku dengannya adalah perpisahan yang tertunda.

Diposting oleh Melan Fatmawati di 05.10 0 komentar
Aku gadis belia yang baru mengenal cinta. 
Perkenalan pertama pada cinta membuat aku lupa bahwa cinta harus saling mengerti dan memahami. 


Aku tak pernah melakukan hal itu, 

iya! Aku tak pernah mengerti bahwa 
aku harus berhenti mencintainya. Aku lupa bahwa dia memang tidak memahami hal yang aku rasakan. 
Aku tertinggal dipersimpangan jalan menuju perasaan yang tak bertuan, bahkan perasaan yang tak pernah aku inginkan.


Aku masih berdiri. Dengan bunga yang tak pernah aku lepaskan. 
Namun siapa yang tau akan hati.
Pada nyatanya, aku tak pernah tau kabar dia, lelaki yang aku puja sampai saat ini.

17 tahun saat aku menginjak usia itu. Itulah kali terakhir aku merasakan segalanya. Raut wajahnya yang tegas masih aku ingat saat dia memberikan kue ulang tahun untuk ku. Senyumnya, matanya, tingkahnya, dan segalanya yang selalu membuat hidup ku lebih berwarna dan lebih bahagia.


Sudah tahun ke 3 aku berdiri, pulang, dan pergi tanpa ada bayangan yang aku butuhkan. Aku tau semua nya memang harus terjadi, dan aku sadar bahwa pertemuan ku dengannya adalah perpisahan yang tertunda. Kini aku pun terus melangkah walau terkadang aku merindukan. Merindukan sosok seperti dia.

Senin, 19 Januari 2015

Aku merasa ada yang hilang

Diposting oleh Melan Fatmawati di 09.25 0 komentar
Aku merasa ada yang hilang tanpa tau apa yang sudah aku temukan.

Aku merasa telah menemukan tanpa tau apa yang sudah aku cari.

Dan aku merasa masih mencari tanpa tau apa yang sudah hilang.


Setiap manusia memiliki ruang kosong dihatinya.




Seseorang yang kita pikir milik kita, ternyata belum benar-benar milik kita, kita memiliki hatinya tapi kita tidak memiliki jalan hidupnya.

Ketika seseorang datang dan kita berfikir dia mengisi ruang kosong itu, sebenarnya dia hanya berdiri didepan pintu.
Dan menyamarkan ruang kosong itu.


Ruang kosong dihati kita tetap ada dan tidak pernah benar-benar terisi.
 

Queenlauw Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos