Minggu, 31 Agustus 2014

Bahagia lah ...

Diposting oleh Melan Fatmawati di 06.41 0 komentar


Banyak orang mengatakan sesuatu tanpa berpikir, 
jadi mengapa selalu memikirkan apa yg mereka katakan? 
Jangan lakukan hal yg kamu benci karena takut dan terpaksa. 

Hidup terlalu singkat untuk ditakuti dan dipaksakan. 

Menjadi diri sendiri itu jauh lebih aman, nyaman, dan menyenangkan
 
Saat orang lain meragukanmu, tak perlu membalas.. 
Cukup buktikan bahwa mereka salah telah meragukanmu. 

Hidup ini berat jika kamu terlalu memikirkannya. 
Jalani saja dan biarkan Tuhan menuntun jalanmu :) 

Saat kamu ingin menyerah, ingatlah kembali alasan mengapa selama ini kamu bertahan. 

Jangan menyerah hanya karena kata-kata orang lain yg ingin menjatuhkanmu.. 


Jangan mudah terbujuk sebuah pujian. Karena tak semua pujian itu tulus, terkadang ada maksud tertentu di balik itu.



Diposting oleh Melan Fatmawati di 00.10 0 komentar
Passion is Fashion

Diposting oleh Melan Fatmawati di 00.03 0 komentar

Diposting oleh Melan Fatmawati di 00.01 0 komentar
Segala hal yang terjadi adalah yang terbaik untuk dijalani, karena Tuhan adalah sutradara kehidupan yang luar biasa hebatnya :)

Sabtu, 30 Agustus 2014

Dear, Neptunus

Diposting oleh Melan Fatmawati di 22.08 0 komentar





Dear Neptunus.....
Aku mencintainya...
Didepannya .... aku menjadi diri ku sendiri
Seperti air mu yang selalu membawa pesan ku
Dia pun begitu..membuat ku hanyut karena sorot matanya
Membuat ku lupa akrena kesederhanaan suaranya
Sampai ku tak bisa katakan apa apa padanya
Bahkan untuk sekedar bilang....
Rindu
Atau butuh
Banyak yang gak ngerti, lalu saling terluka dan menyalahkan
Karena itu.... aku takut bicara tentang hati
Maka aku tuliskan saja
Lalu kusimpan dan mungkin ku kirimkan ke........
Entah kemana....

Jangan bilang rindu

Diposting oleh Melan Fatmawati di 21.51 0 komentar

Aku menulis ini bersama rasa sakit yang benar benar tidak kamu pahami
Berujung pada perasaan yang berhasil tidak bisa kau tebak
Mengertikah kamu bahwa perjuangan ku butuh kepedulian mu
Entah engkau terlalu bodoh untuk menilai atau terlalu egois untuk memaklumi
Aku mencoba sabar
Mencoba sabar menghadapi mu
Aku berusaha bertahan
Mencoba mempertahankan yang seharusnya dilepaskan
Aku sudah menunggu sangat lama
Mengharap pengertian mu menderas ke perhatian ku
Tapi...
Hal itu tak kunjung ku temui
Kamu masih begitu,
Dengan omongan mu
Dengan tingkah mu yang tak kunjung berubah
Apakah perjuangan dan pengorbanan yang benar benar ku lakukan tak pernah terihat dimatamu
Mengapa hanya diam dan bisu mu yang selalu ku dapati di hari hari kebersamaan kita
Aku ketakutan dan kedinginan sendirian
Kamu tak pernah disini saat aku butuhkan
Aku pun tak paham lagi, apakah kebersamaan kita terus pantas aku perjuangkan
Pantaskah sosok mu selalu aku pertahankan
Jika yang kudaptkan hanyalah pengabaian, ketidakpedulian, kebohongan
Bagian manakah yang bisa memberikan kebahagiaan
Kamu jauh disana
Tak banyak yang kau lakukan selain mengirim pesan singkat atau menyapaku lewat ujung telephone
Tak banyak yang kita lakukan selain saling merindukan
Rasa perih itu semakin membesar
Tolong jangan bilang rindu
Bila kau tak bisa kesini untuk membuktikan perasaan mu

Membetuk luka yang semakin sulit disembuhkan
Semakin sering ku tak melihat mu
Perlu kah aku membandingkan mu dengan pria pria lain yang lebih pandai meluangkan waktunya untukku yang lebih sedikit kau luangkan waktu untukku
Kamu tak pernah perduli, betapa sakit ku, perih ku, dan sedih ku
Kau biarkan aku menyelesaikan nya dengan sendirian
Inikah wujud kepedulian yang sering kau ribut kan dengan ku ?
Mana kepedulian mu ?
Mana kehadiran mu ?
Kosong!

Tolong buat aku lupa

Diposting oleh Melan Fatmawati di 04.09 0 komentar


Jelaskan padaku mengapa semua terjadi serumit ini
Aku tak tahu jika kamu tiba tiba memenuhi sudut sudut terpencil di otak ku hingga memenuhi relung relung hati ku
Semua terjadi begitu cepat
Tanpa teori dan banyak basa basi
Aku melihat mu, mengenal mu, dan mulai mencintai mu
Sesederhana itu kah kau mulai menguasai hari hari ku ?
Kamu jadi penyebab rasa semangat ku
Kamu menjelma menjadi senyuman yang tak bisa aku jelaskan dengan kata kata
Iya, mungkin aku mulai jatuh cinta
Entah, semua ku lakukan diam diam
Begitu rapi hingga hati mu yang beku tidak berhasil mencair
Semua ku sembunyikan hingga perasaan mu yang tidak pernah peka tetap tidak perduli dengan gerak gerik ku yang jarang tertangkap oleh sorot matamu
Aku pandai menyimpan banyak hal
Hingga kau tak memahami yang sebenarnya terjadi
Aku tak bisa melupakan mu, sungguh
Aku selalu ingat caramu menatap ku, caramu mencuri perhatian ku, kedipan matamu yang aneh tetapi tetap mempesona di mata ku
Hal hal sesederhana itu seperti sengaja diciptakan untuk tidak dilupakan
Tolong buat aku lupa
Karena aku tak temukan cara terbaik untuk menghilangkan kamu dari khayalan ku
Kita jarang punya kesempatan berbicara, maksud ku berdua saja
Rasanya mustahil , kamu dan aku berbeda
Air dan Api
Dingin dan Panas
Rasanya menyebalkan jikan aku tak mengetahui isi hati mu
Kamu sangat sulit untuk ku tebak,
Kamu teka teki yang punya banyak jawaban, juga banyak tafsiran
Aku takut menerjemahkan isyarat isyarat yang kau tunjukkan pada ku
Aku takut mengartikan kata kata manismu yang mungkin saja tak hanya kau katakan untuk ku
Aku takut mempercayai perhatian sederhana mu yang kau perlihatkan secara terselubung
Aku takut
Aku takut
Tolong .. Jangan pergi ...

Semakin takut jika perasaan ini menuju kearah yang tidak ku inginkan
Tolong hentikan langkah ku jika memang hal yang aku kira benar benar salah dimata mu
Tolong kembalikan aku ke jalan ku sebelum aku mengganggu tujuan mu
Ketahuilah tampan ..aku sedang melawan jutaan kamu yang mulai mengepul diotakku seperti kepulan asap rokok yang menggantung diudara
Kamu seakan akan nyata
Aku tak peracaya bila kita mampu melangkah sejauh ini dan selama ini juga aku tak pernah mengatakan satu hal yang mungkin mengagetkan mu
Aku mulai menyayangi mu
Dan kata ini yang selalu gagal aku ungkapkan didalam rasa canggung yang belum ku pahami

 

Queenlauw Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos