Aku menatap wajahnya dengan lembut dan diam-diam
aku mengharap bahwa dia akan membalas tatapanku pada saat itu. Aku adalah
penggemarnya yang selalu memilih untuk mempertahankan cinta tanpa harus
diungkapkan. Dia adalah pria yang selalu hadir dalam setiap mimpi dan doa. Dia adalah
pria yang selalu berhasil membuat ku bahagia, membuat hari-hariku berwarna.
Aku merasa bahwa cinta tak seharusnya
diperjuangkan oleh satu pihak, bahwa cinta tak seharusnya tertutupi rasa takut
kehilangan yang disebabkan sebuah pengakuan. Tapi keseharusan sebuah cinta
tidak berlaku dalam kamus hati ku. Aku tetap mencintai dia meskipun dia tidak
akan pernah tau bagaimana aku mempertahankan cinta untuknya.
Seandainya dia mengerti bagaimana
perasaan ini, apakah dia tetap mau duduk bersama ku seperti saat ini? Apakah dia
tetap membuat hari-hariku penuh warna? Pertanyaan ini yang selalu menghentikan
ku untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya aku rasakan.
Aku masih tetap memandanginya…
Dan
dia masih tetap sibuk dengan dirinya ..

