Minggu, 16 Maret 2014

Terlihat indah

Diposting oleh Melan Fatmawati di 04.37 0 komentar


Dulu.
Aku berharap.
Bisa menjadi salah satu sebab kau tersenyum setiap hari.
Tapi,
ternyata harapanku terlalu tinggi.
Kamu.
Aku terlalu penasaran.
Hingga,
seluruh kosa kata dalam milyaran bahasa tak mampu mendeskripsikan.
Setiap hari,setiap waktu,aku selalu menganggap semuanya baik-baik saja.
Ketika,
aku memimpikan luka-luka ku akan hilang.
Namun sampai kapan aku mencoba ...
Jika.
Aku bisa langsung meminta pada Tuhan,
aku tak ingin ini semua terjadi,aku tak ingin membaca ini semua.
Sungguh,aku tak ingin segala hal ini terjadi.
Jika pada akhirnya akan seperti ini.
Perasaan bukan lah susunan kata dan kalimat yang bisa dijelaskan dengan definisi dan arti.
Perasaan adalah ruang paling dalam yang tak bisa tersentuh hanya dengan perkataan dan bualan.
Kalau kau ingin tau.
Bagaimana perasaanku...
Aku lelah , itu lah perasaanku.
Sudah kah kau paham ?
Belum.
Tentu saja,
apa peduli mu padaku ?
Aku tak pernah ada dalam matamu.
Aku tak selalu punya tempat dalam hati mu.

Jumat, 14 Maret 2014

Diposting oleh Melan Fatmawati di 07.45 0 komentar

Salah kah jika kita berbeda ?

Diposting oleh Melan Fatmawati di 07.04 0 komentar

Ketika ku bercerita dengan air mata .
Ku melihat luapan emosi yang selalu tertahan.
Aku bisa merasakan sakit yang memukul-mukul perasaan.
Masih terselip kebahagiaan yang ku ucapkan , walau dengan suara tertatih dan helaan napas lirih.
Ini semua kenyataan.
Soal dunia yang begitu klise,
Agama.
Air mata memang sia-sia.
Karena yang dibutuhkan adalah kedewasaan.
Saat dunia berkonspirasi,mempertemukan ku dengan nya,
yang membuat hati ini nyaman.
Dia yang tiba-tiba merangsuk masuk dalam ingatan dan jengkal napas.
Indah memang.
Cinta mengubah yang hitam putih menjadi warna-warni.
Segalanya terasa manis walaupun juga terasa asing.
Rasa nyaman itu kini berubah menjadi rasa takut kehilangan.
Mungkin , ketika salib berada di genggaman nya dan tasbih berada dalam genggaman ku,
Saat aku bersujud dan kamu melipat tangan.
Dan ketika kita memanggil nama Tuhan dengan sebutan berbeda.
Tapi tetap saling mendoakan.
Merapal doa yang sama dengan bulir air mata.
Meskipun tahu tak segalanya memungkinkan.
Mungkin inilah definisi menyakitkan yang sesungguhnya.
Menyakitkan itu berasal dari kesulitan untuk menyatukan dua orang yang beribadah di tempat yang berbeda.
Iya.
Tasbih dan Salib.
Tapi.
Semua nya terlewati dengan cara yang berbeda.
Bisakah dunia berhenti menyakiti kita.
Tanpa mereka tahu,
Kita punya kebahagiaan yang tak di mengerti banyak orang.

Berhenti hidup hanya dalam imajinasi ku .

Diposting oleh Melan Fatmawati di 07.02 0 komentar
            “Dalam cinta, adakah kebodohan?“Justru karena kebodohan itulah segalanya jadi nampak manis dalam  kegelapan, memesona dalam ketersesatan.”
Ketika ku bisikkan cinta, kamu menutup telinga. Ketika ku perlihatkan cinta, kaubutakan mata. Aku.... terluka...
Inilah perjuanganku, yang selama ini selalu kau abaikan.Ini semua perjuanganku untuk mempertahankan mu, ini semua perjuangan ku untuk menghilangkan ketidakpekaanmu.
          Ke mana kamu ketika aku berjuang untuk mu yang kupikir bisa memberiku kebahagiaan nyata?
Selalu kuberikan senyum terbaik ketika sesungguhnya aku ingin menangis.
Percuma menjatuhkan air mata untuk seseorang yang tak pernah tahu bahwa aku menangisinya.
Aku takut.... aku takut dengan banyak hal yang diam-diam menyerang ku dari belakang.
           Tidak semua degup jantung yang memburu, pikiran yang selalu tertuju, tersenyum tanpa sebab; bisa kau sebut cinta.
Berkali-kali juga kukatakan, tidak perlu kau masuk ke lingkaran yang tak kau kenali setiap sudut-sudutnya.
           Doaku yang kusebutkan tentu tak seperti doa yang selalu kamu ucapkan.
Kesendirian kadang dibutuhkan, karena kebersamaan kadang tak seindah yang aku bayangkan.
Berhenti hidup hanya dalam imajinasiku :)



Selasa, 11 Maret 2014

Mungkin

Diposting oleh Melan Fatmawati di 04.14 0 komentar


Kadang, aku berusaha keras untuk mencari jawaban yang sebenarnya tak pantas dipertanyakan,
Yang terbaik itu seperti apa? apa ada ketulusan?
ketika cinta mulai berbisik merdu.
ketika cinta mulai berbisik indah...
dan ketika logika memerintahkan untuk aku meninggalkan semua, namun hati menjawab untuk mempertahankan segala.
Berdusta di kisah yang benar lebih baik daripada jujur di kisah yang salah
dan ketika ku terluka, aku  mungkin menderita, namun selalu ada pelajaran yang membuat ku semakin bijaksana.
Tapi yang ku tau aku harus mencintai apa yang harus dicintai, menjalani dengan tulus , maka aku akan mendapatkan apa yang ku ingini :)
Hanya Tuhan yang tau bagaimana aku dan bagaimana hati




 

Queenlauw Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos