Senin, 08 Februari 2016
Minggu, 07 Februari 2016
Sabtu, 06 Februari 2016
Selasa, 02 Februari 2016
:)
Awalnya,
semua berjalan semestinya. Aku dan dia tidak saling mengenal. Aku menatap
matanya ketika dia melirik ke arah ku, begitu lembut, begitu menyentuh semakin
kulihat nyata raut wajahnya. Begitu menggemaskan dan semakin aku rindukan.
Senyum
dan tingkahnya adalah bagian yang paling ku hapal darinya. Detail wajahnya
masih kuingat jelas sejak 5 tahun lalu awal aku bertemu dengannya. Mengingat
karya indah sang maha cinta. Hidungnya yang tak terlalu mancung, pipi dan
rahang yang tidak terlalu tegas dan bibir yang memerah memperindah lengkungan
senyumnya. Aku menjadi penggemarnya, yang menutup cintanya rapat-rapat, hanya
diam-diam memperhatikan dan mendoakan. Walau tanpa perkenalan, biaralah aku
yang mengenalinya, dia tidak kuharapkan mengerti akan perasaan ini. Sampai pada
nyatanya aku tau, dia adalah kekasih teman sekelas ku. Entah perasaan seperti
apa yang aku rasa saat itu, aku tak pantas untuk menangis,aku tak pantas untuk
merasakan kehilangan, apalagi meluapkan rasa amarah. Aku tak pernah merasa
memilikinya, itu yang aku tau. Aku hanya wanita yang selalu mencuri segala
kisah tentangnya. Aku mencintai secara diam-diam, tanpa sebuah pengakuan sampai
pada akhirnya aku berada di persimpangan. Sebenarnya ,Aku hanya ingin
memperjuangkan bukan untuk di perjuangkan. Aku hanya terlalu mencintainya
sampai aku tidak sadar semua yang aku rasa hanya lah kesederhanaan cinta
pandangan pertama.
Categories
Aku dan Kamu,
Cerpen
Langganan:
Postingan (Atom)





