Jumat, 14 Maret 2014
Salah kah jika kita berbeda ?
Ketika ku bercerita dengan air mata .
Ku melihat luapan emosi yang selalu tertahan.
Aku bisa merasakan sakit yang memukul-mukul perasaan.
Masih terselip kebahagiaan yang ku ucapkan , walau dengan suara tertatih dan helaan napas lirih.
Ini semua kenyataan.
Soal dunia yang begitu klise,
Agama.
Air mata memang sia-sia.
Karena yang dibutuhkan adalah kedewasaan.
Saat dunia berkonspirasi,mempertemukan ku dengan nya,
yang membuat hati ini nyaman.
Dia yang tiba-tiba merangsuk masuk dalam ingatan dan jengkal napas.
Indah memang.
Cinta mengubah yang hitam putih menjadi warna-warni.
Segalanya terasa manis walaupun juga terasa asing.
Rasa nyaman itu kini berubah menjadi rasa takut kehilangan.
Mungkin , ketika salib berada di genggaman nya dan tasbih berada dalam genggaman ku,
Saat aku bersujud dan kamu melipat tangan.
Dan ketika kita memanggil nama Tuhan dengan sebutan berbeda.
Tapi tetap saling mendoakan.
Merapal doa yang sama dengan bulir air mata.
Meskipun tahu tak segalanya memungkinkan.
Mungkin inilah definisi menyakitkan yang sesungguhnya.
Menyakitkan itu berasal dari kesulitan untuk menyatukan dua orang yang beribadah di tempat yang berbeda.
Iya.
Tasbih dan Salib.
Tapi.
Semua nya terlewati dengan cara yang berbeda.
Bisakah dunia berhenti menyakiti kita.
Tanpa mereka tahu,
Kita punya kebahagiaan yang tak di mengerti banyak orang.
Categories
Aku dan Kamu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar