Ada rindu yang sulit kuhindari; setiap membaca pesan singkat mu, juga
pembicaraan kita yang hanya terjalin dari ponsel belakangan ini,ia setelah kita
memutuskan untuk saling mengejar mimpi di Universitas yang berbeda.Semua terasa
kosong jika tak benar-benar dikatakan tanpa bertatapan mata.. Helaan napasku
memburu, kucuri kamu dalam otakku. Jangan suruh aku mengaku bahwa ini adalah
air mata, karena kamu tak akan mengerti rasa sakitku.Sakit yang teramat saat
kau hilang tanpa sebab yang tak ku tahu sebenarnya.Mudah saja untuk mu pergi
tanpa pamit dengan cepat.Meninggal kan ku di persimpangan. Kamu tentu tahu,
melupakan sesuatu yang sudah mulai melekat bukanlah hal yang mudah.Tapi , percuma
mengharapkan seseorang untuk merasakan hal yang sama denganku ketika memang dia
tak pernah memiliki perasaan yang sama seperti ku..
Cinta bukan melulu soal balasan dan menimbang pengorbanan, tapi seberapa besar
kaumiliki ketulusan.Itu yang ku tahu.BOSAN! satu kata yang kau kuatkan untuk
alasan pergi dari ku.
Aku tak tahu, sungguh aku tak tahu mengapa anggapan itu bisa tumbuh subur dalam
otakmu.
Ada
hal yang harus kamu tahu, Kamu tidak hilang, aku hanya berusaha tidak
menujukkan perasaan, tidak lagi mengutamakan ingatan. Proses melupakanmu.
Terimakasih untuk cinta
yang tak pernah dianggap ini.
Dan kamu akan sadar , bukan lagi saat aku yang berbicara , tapi karma .
0 komentar:
Posting Komentar