Aku
gadis belia yang baru mengenal cinta.
Perkenalan pertama pada cinta membuat aku
lupa bahwa cinta harus saling mengerti dan memahami.
Aku tak pernah melakukan
hal itu,
iya! Aku tak pernah mengerti bahwa aku harus berhenti mencintainya. Aku lupa bahwa dia memang tidak memahami hal yang aku rasakan.
Aku tertinggal
dipersimpangan jalan menuju perasaan yang tak bertuan, bahkan perasaan yang tak
pernah aku inginkan.
Aku
masih berdiri. Dengan bunga yang tak pernah aku lepaskan.
Namun siapa yang tau
akan hati.
Pada
nyatanya, aku tak pernah tau kabar dia, lelaki yang aku puja sampai saat ini.
17
tahun saat aku menginjak usia itu. Itulah kali terakhir aku merasakan
segalanya. Raut wajahnya yang tegas masih aku ingat saat dia memberikan kue
ulang tahun untuk ku. Senyumnya, matanya, tingkahnya, dan segalanya yang selalu
membuat hidup ku lebih berwarna dan lebih bahagia.
Sudah
tahun ke 3 aku berdiri, pulang, dan pergi tanpa ada bayangan yang aku butuhkan.
Aku tau semua nya memang harus terjadi, dan aku sadar bahwa pertemuan ku
dengannya adalah perpisahan yang tertunda. Kini aku pun terus melangkah walau
terkadang aku merindukan. Merindukan sosok seperti dia.

0 komentar:
Posting Komentar