Selasa, 02 Februari 2016

:)

Diposting oleh Melan Fatmawati di 09.43
Awalnya, semua berjalan semestinya. Aku dan dia tidak saling mengenal. Aku menatap matanya ketika dia melirik ke arah ku, begitu lembut, begitu menyentuh semakin kulihat nyata raut wajahnya. Begitu menggemaskan dan semakin aku rindukan.

Senyum dan tingkahnya adalah bagian yang paling ku hapal darinya. Detail wajahnya masih kuingat jelas sejak 5 tahun lalu awal aku bertemu dengannya. Mengingat karya indah sang maha cinta. Hidungnya yang tak terlalu mancung, pipi dan rahang yang tidak terlalu tegas dan bibir yang memerah memperindah lengkungan senyumnya. Aku menjadi penggemarnya, yang menutup cintanya rapat-rapat, hanya diam-diam memperhatikan dan mendoakan. Walau tanpa perkenalan, biaralah aku yang mengenalinya, dia tidak kuharapkan mengerti akan perasaan ini. Sampai pada nyatanya aku tau, dia adalah kekasih teman sekelas ku. Entah perasaan seperti apa yang aku rasa saat itu, aku tak pantas untuk menangis,aku tak pantas untuk merasakan kehilangan, apalagi meluapkan rasa amarah. Aku tak pernah merasa memilikinya, itu yang aku tau. Aku hanya wanita yang selalu mencuri segala kisah tentangnya. Aku mencintai secara diam-diam, tanpa sebuah pengakuan sampai pada akhirnya aku berada di persimpangan. Sebenarnya ,Aku hanya ingin memperjuangkan bukan untuk di perjuangkan. Aku hanya terlalu mencintainya sampai aku tidak sadar semua yang aku rasa hanya lah kesederhanaan cinta pandangan pertama.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Queenlauw Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos