Aku menulis ini bersama rasa sakit yang benar benar tidak kamu pahami
Berujung
pada perasaan yang berhasil tidak bisa kau tebak
Mengertikah
kamu bahwa perjuangan ku butuh kepedulian mu
Entah
engkau terlalu bodoh untuk menilai atau terlalu egois untuk memaklumi
Aku
mencoba sabar
Mencoba
sabar menghadapi mu
Aku
berusaha bertahan
Mencoba
mempertahankan yang seharusnya dilepaskan
Aku
sudah menunggu sangat lama
Mengharap
pengertian mu menderas ke perhatian ku
Tapi...
Hal
itu tak kunjung ku temui
Kamu
masih begitu,
Dengan
omongan mu
Dengan
tingkah mu yang tak kunjung berubah
Apakah
perjuangan dan pengorbanan yang benar benar ku lakukan tak pernah terihat
dimatamu
Mengapa
hanya diam dan bisu mu yang selalu ku dapati di hari hari kebersamaan kita
Aku
ketakutan dan kedinginan sendirian
Kamu
tak pernah disini saat aku butuhkan
Aku
pun tak paham lagi, apakah kebersamaan kita terus pantas aku perjuangkan
Pantaskah
sosok mu selalu aku pertahankan
Jika
yang kudaptkan hanyalah pengabaian, ketidakpedulian, kebohongan
Bagian
manakah yang bisa memberikan kebahagiaan
Kamu
jauh disana
Tak
banyak yang kau lakukan selain mengirim pesan singkat atau menyapaku lewat
ujung telephone
Tak
banyak yang kita lakukan selain saling merindukan
Rasa
perih itu semakin membesar
![]() |
Tolong
jangan bilang rindu
Bila
kau tak bisa kesini untuk membuktikan perasaan mu
|
Membetuk
luka yang semakin sulit disembuhkan
Semakin
sering ku tak melihat mu
Perlu
kah aku membandingkan mu dengan pria pria lain yang lebih pandai meluangkan
waktunya untukku yang lebih sedikit kau luangkan waktu untukku
Kamu
tak pernah perduli, betapa sakit ku, perih ku, dan sedih ku
Kau
biarkan aku menyelesaikan nya dengan sendirian
Inikah
wujud kepedulian yang sering kau ribut kan dengan ku ?
Mana
kepedulian mu ?
Mana
kehadiran mu ?
Kosong!

0 komentar:
Posting Komentar