Sabtu, 30 Agustus 2014

Jangan bilang rindu

Diposting oleh Melan Fatmawati di 21.51

Aku menulis ini bersama rasa sakit yang benar benar tidak kamu pahami
Berujung pada perasaan yang berhasil tidak bisa kau tebak
Mengertikah kamu bahwa perjuangan ku butuh kepedulian mu
Entah engkau terlalu bodoh untuk menilai atau terlalu egois untuk memaklumi
Aku mencoba sabar
Mencoba sabar menghadapi mu
Aku berusaha bertahan
Mencoba mempertahankan yang seharusnya dilepaskan
Aku sudah menunggu sangat lama
Mengharap pengertian mu menderas ke perhatian ku
Tapi...
Hal itu tak kunjung ku temui
Kamu masih begitu,
Dengan omongan mu
Dengan tingkah mu yang tak kunjung berubah
Apakah perjuangan dan pengorbanan yang benar benar ku lakukan tak pernah terihat dimatamu
Mengapa hanya diam dan bisu mu yang selalu ku dapati di hari hari kebersamaan kita
Aku ketakutan dan kedinginan sendirian
Kamu tak pernah disini saat aku butuhkan
Aku pun tak paham lagi, apakah kebersamaan kita terus pantas aku perjuangkan
Pantaskah sosok mu selalu aku pertahankan
Jika yang kudaptkan hanyalah pengabaian, ketidakpedulian, kebohongan
Bagian manakah yang bisa memberikan kebahagiaan
Kamu jauh disana
Tak banyak yang kau lakukan selain mengirim pesan singkat atau menyapaku lewat ujung telephone
Tak banyak yang kita lakukan selain saling merindukan
Rasa perih itu semakin membesar
Tolong jangan bilang rindu
Bila kau tak bisa kesini untuk membuktikan perasaan mu

Membetuk luka yang semakin sulit disembuhkan
Semakin sering ku tak melihat mu
Perlu kah aku membandingkan mu dengan pria pria lain yang lebih pandai meluangkan waktunya untukku yang lebih sedikit kau luangkan waktu untukku
Kamu tak pernah perduli, betapa sakit ku, perih ku, dan sedih ku
Kau biarkan aku menyelesaikan nya dengan sendirian
Inikah wujud kepedulian yang sering kau ribut kan dengan ku ?
Mana kepedulian mu ?
Mana kehadiran mu ?
Kosong!

0 komentar:

Posting Komentar

 

Queenlauw Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos