Ini cerita yang diawali dari tiga gelas “chatime”. Segalanya akan terungkap disini. Lagi-lagi masalah hati yang tak pernah bisa kami pendam sendiri. Aku, Amoy, dan Nunung akan menceritakan cara kami menikmati hidup dengan porsi yang berbeda.
Diawali oleh Amoy, entah apa yang
dipikirannya, sungguh aku baru mengerti bahwa cinta yang benar-benar dirasakan
akan benar-benar pula susah untuk dilupakan. Aku tak pernah mengalami nya
memang, tembok besar yang begitu kokoh bagi Amoy dan mantan kekasihnya dulu
sangatlah memilukan. Mengapa hanya sebuah perbedaan keyakinan dan sebutan yang
berbeda pada Tuhan membuat mereka berpisah. Namun cinta memang lebih besar
kekuatannya, mereka tetap saling menyayangi dan merindukan walau mereka pun tau
segala hal yang mereka lakukan atas nama cinta tidak akan pernah terjadi.
Katanya amoy saling mendoakan adalah cara mereka mencinta diatas segala
perbedaan.
Lalu aku kembali belajar dari sahabat
ku satu ini,Nurul atau yang biasa aku panggil nunung, menceritakan tentang “ketidakenakan
hati”. Lelaki itu berusia jauh diatas
nunung. Segala nya memang terlihat sangat dewasa namun siapa sangka seorang
remaja berusia 19 tahun mampu mengendalikan hatinya. Bisa aku bilang dia adalah
satu-satunya teman ku yang mampu memaksakan hati demi menjaga hati orang lain
agar tidak terluka. Tapi, apakah itu baik baginya?. Dia menjawab “aku gak enak
kalo harus nyakitin orang, buat aku selagi aku tidak dirugikan aku akan baik
dengan dia”.
Aku bangga mempunyai 2 teman sejati
seperti mereka, mungkin diluar sana melihat kami hanya sekelompok remaja saja.
Tapi bagi kami, remaja kami punya mimpi, punya hati, dan siap untuk saling
berbagi.Bagi ku teman seperti mereka tidak akan ada dimanapun.
Intinya aku menyayangi semua
sahabat-sahabatku, dianatranya dua gadis ini “ Rika permata dan Nurul Muchlisah”
I love you guys .....
0 komentar:
Posting Komentar