Untuk Pria
yang lahir di hari yang sama denganku,
yang memilih pergi karena cita-citanya, dan yang selalu menjadi alasan aku
merindu..
Aku
ingin mengingat mu lagi. Sebelum aku lupa bagaimana sosok mu saat ini. Iya
kemarin yang telah berubah menjadi sejarah saat ini. Aku bertemu dengan mu. Hal
biasa menurut orang lain diluar sana. Tapi hal terindah untuk ku yang selalu
merindukan mu. Kau semakin dewasa, kuharap sikap gila mu pun berubah. Walaupun
itu yang membuat ku gila karena mu. Tak ada yang bisa masuk akal saat ini,
hanya curhatan hati ku pada Tuhan, Agar Dia dapat mengasihani ku. Iya bisa saja
Tuhan menarik mu yang begitu jauh lalu berdiri didepan ku. Aku sudah kau buat
lupa. Sehingga aku tak tau orang seperti mu pantas diperjuangkan atau harus ku
tinggalkan. Sayangnya, menjauhi orang yang dicinta bukanlah hal yang mudah.
Aku
pernah ada. Dulu. Walau hanya sebatas teman dan sahabat walau terkadang
melebihi itu. Seringkali mereka menyebut kita adalah sepasang kekasih yang
unik. Namun ungkapan cinta dari mu atau aku tak pernah kita letupkan bersama.
Bagi ku letupan itu selalu ku lakukan meskipun tak bergema hingga kau pun tak
mendengarnya. Tapi, yang ku tau cinta tak harus diungkapkan untuk dimengerti,
bukan. Sampai akhirnya aku lenyap dalam jutaan pujian dari sekian banyak orang
yang menggilaimu.
Kamu.
Bukan aku ingin merusak kebahagiaan mu saat ini. Aku tau kau sedang sibuk
mencari ilmu untuk menjadi ahli hukum, aku pun demikian. Namun, tentu kau tahu.
Aku perempuan yang takut untuk berbicara soal cinta. Aku hanya bisa menumpahkan
semua rasa ku melalui tulisan. Dan izinkan aku untuk melambaikan tangan
terakhir untuk mengikhlaskan mu pergi. Aku tegar dengan semua ini. Aku tak akan
menyalahkan siapa pun. Karena aku yang memilih untuk mencintai mu, aku yang
memilih untuk menunggu mu walau ku tau kau sama sekali tak pernah meminta untuk
ditunggu.
Kamu
terlalu gaib untuk ku, kamu terlalu jauh untuk ku gapai,
1 komentar:
Keren cerpennya :)
Posting Komentar