Jumat, 04 Juli 2014

Andai kamu mengerti

Diposting oleh Melan Fatmawati di 01.21


Saat tiba perpisahan SMA. Hati ku bimbang entah karena apa. Bukan karena hal akademik. Akademik ku baik sangat baik bahkan lebih memuaskan dari yang ku kira. Namun kebimbangan itu muncul saat aku harus duduk bersama dia. Selama 3 tahun sudah berlalu, perasaan itu tak pernah bisa aku ungkap. Di otakku sudah terbayang, bagaimana sakitnya menahan rindu tanpa adanya perjumpaan. Tapi aku masih bisa melihatmu, memantau keadaan mu, bahkan melihat siapa kekasihmu nanti, tapi semua maya, tidak nyata.

Kalau kau mau tau, aku telah lama mengagumimu, diam-diam memperhatikan mu dikelas. Terkadang hingga larut malam pun aku masih sibuk memperhatikan mu lewat dunia maya mu. Aku tak perduli akan kegilaan ini. Namun sayangnya, kepolosan ini tak mungkin tersentuh oleh sosokmu yang terlalu banyak penggemar. Bergelimang pujian, dan bujuk rayu hangat para pecinta mu. Aku ini siapa ? Aku hanya gadis pemimpi yang mengagumi sosok sepertimu, yang senang menulis segala tentangmu.

3-Agustus-2010.....

Hari ini pun tiba. Hari yang membuat aku ada di dunia ini , dan mungkin hari yang membuat kamu juga hadir di dunia ini. 720 menit perbedaan aku dan kamu ada disini. Yang ku tahu tidak  pernah ada yang kebetulan didunia ini. Kamu. Kini berada dihadapan ku, menjabat tangan ku begitu erat dengan hantaran senyum indah mu yang selalu aku rindukan. Sebegitunya kah aku menggilaimu?. Pertemuan kita bukan lah kebetulan. Aku selalu percaya itu entah dengan keajaiban apa, Tuhan menyebabkan kita saling berkenalan. Aku menatap matamu dan menyadari betapa ini semua bisa saja berakhir jika kau bosan dan pergi. Aku ingin bilang padamu, bahwa aku menginginkan status dan kejelasan, karena selama ini kau sudah tunjukan dunia yang membahagiakan untuk ku. Tapi setiap kali melihat matamu, setiap kali mengingat perkenalan kita yang nampaknya tak lebih dari persinggahan buatmu, rasanya aku semakin kecut. Aku ingin menangis dan air mata ini belum tentu kau pahami.

Aku terlalu meyakinkan diriku bahwa suatu saat nanti kau adalah sosok yang akan membahagiakan ku. Aku telah memimpikan banyak hal, kau akan membawakan matahari untukku dan mengusir semua mendung yang menutupi hariku. Kau akan membawa ku ke langit paling cerah, membawaku terbang, melihat betapa dikotaku yang padat ini masih ada bunga-bunga yang bisa membuat kita tersenyum. Kamu akan membawa ku pulang ke hatimu dan kita membuat banyak daftar mimpi baru. Namun aku salah, kau tidak sehebat itu untuk aku perjuangkan.
 
Jemari ini telah lelah mencoba menyentuh hati mu yang dingin. Kaki ini tak sanggup lagi melangkah karena enggan kaubawa lari jauh-jauh lagi, aku takut dipersimpangan jalan sana, kau akan menginggal kan aku, mengejar tujuan mu sendiri tanpa menyertakan aku dalam langkahmu.


1 komentar:

Unknown on 9 Juli 2014 pukul 20.38 mengatakan...

Wow... Keren cerpennya ;)

Posting Komentar

 

Queenlauw Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos