Rabu, 22 Januari 2014

Cinta ditakdirkan dihari kita bertemu

Diposting oleh Melan Fatmawati di 00.00

Masih juga terbangun memikirkan namanya. Entah mengapa ? Dan malam ini tercipta folder lagu dengan nama mu agar semua lagu itu membuat mu lalu.. dan agar esok, hati ku tak lagi sendu.. Iya Lagu cinta yang hanya membuat butterflies di perut ku mengepakan sayapnya lebih cepat.Menghantarkan perasaan hangat ke ulu hatiku.
Dan sepertinya ada yang tersisa. Entah apa.. Bukan karena aku masih cinta buta, meski sudah begitu, diam tanpa suara dan habis sudah ribuan kata
Apa rasanya nanti jika kita bertemu? Apa rasanya nanti jika ku menatap mata mu?
Lalu duduk terdiam ku, memikirkanmu.. menatap bintang, belum juga lelahkah kau berlari? Duduk lah di sini, disampingku..
Untuk sejenak duniaku berputar, rasanya ingin lari keluar dan berteriak aku cinta kau!
meski lima purnama terlewat, meski lautan sudah berjarak, masih menginginkan kau dekat, merangkai hati yang terserak.
.. kamu yang tak juga bilang sayang, apa kabar? Kata katamu yang tak pernah romantis.. tak pernah puitis.. tak juga sadis..Hai kagumku nyata.. lebih dari pelangi yang tak pernah bisa teraba. Lebih setia daripada pagi yang hanya ada sebentar saja.Mengucapkan nama mu, membisikan nama itu.. mengalunkan nama mu di temaram yang akhirnya membawaku tertidur memimpikan musim semi..
Dan tidak terlarut larut dalam kesedihan, aku tau tidak mudah, bangun cantik, everything is going to be fine in no time.
Pagi ini terbangun, memimpikan kamu. Aku pasti sangat merindukanmu. Terlalu merindukanmu.
masih juga mencari jejakmu.. belum juga lelah, menunggu mu menemukan ku..dan ku tau
kau dan cintamu yang tak berbalas.. aku dan cintaku yang tak kau balas..
Cinta sejati, terjadi begitu saja. Tidak perlu ada pembuktian diri, tidak perlu usaha setengah mati, hanya hati yang saling ingin memiliki.
Semua akan terjadi pada waktunya.. Pasti.
 Dan pada saat waktu itu datang, it'll be amazing.. lebih indah dari mimpi indahmu.. Sungguh.










0 komentar:

Posting Komentar

 

Queenlauw Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos