Hujan kini mungkin menjadi saksi bisu disaat aku merindukan wajahmu.Wajah yang tak ku kenali , tak ku pahami.dan terlalu cepat untuk ku sebut cinta.Mungkinkah kita dapat bersatu dalam ketidakpahaman bahkan tidak saling mengenal?Kenapa aku mengharapkan orang sepertimu.Aku adalah teman dalam kelompok ospek kita.Aku ingat saat kau duduk bersender manja pada tembok putih yang menjadi saksi awal perjumpaan kita.Kau diam , aku pun sama.Dan ternyata ini adalah awal dari cerita kita.ah bukan kita tapi aku.Hanya aku yang mengerti kamu,hanya aku yang mengenal kamu,hanya aku yang sibuk mencari kamu,dan hanya aku yang bahagia saat bertemu kamu,dan hanya aku yang menanti kamu.
Terkadang aku merasa , ini
tak kan pernah terjadi.iya khayalan yang selalu aku deskripsikan pada barisan
abjad yang sampai sekarang aku ungkapkan dengan nyata.kenapa tak pernah
terjadi? Jelas . semua nya jelas. Aku tak mengenal kamu, bahkan kita tak saling
mengerti maksud Tuhan mempertemukan kita , sampai saat ini, dalam kebingungan
dan ketidakphaman antara kita.iya lagi-lagi tentang kita.bukan kita tapi aku.
![]() |
| Dari wanita yang memperhatikanmu diam-diam |
Hai kamu ini aku , aku
yang memujamu dalam diam,aku yang menunggumu dalam diam,aku yang mencarimu
dalam diam,dan aku yang selalu membawa namamu dalam lima waktu doa ku pada
Tuhan.

0 komentar:
Posting Komentar