Kamis, 23 Januari 2014

Penantian dan Pengabaian ...

Diposting oleh Melan Fatmawati di 02.02

Dan lagi ,kau selalu membisu ketika ku bertanya tentang sebuah cinta.Memang perkenalan kita semata hanya saling menerka-nerka, tanpa pernah benar-benar bertanya. Apakah sungguh ada cinta?Aku dan kamu saling mengenal ,saling mengerti ,dan saling memahami rasa meski tanpa alasan dari adanya sebuah kepastian.Betul tidak semua ketulusan memberikan balasan.Tapi , pernahkah kau sedikit merasa bahkan membayangkan sakitnya aku , yang ternyata hanya kau mainkan... Kau tau.. aku lelah dengan semua.
Mungkin lebih baik jika aku pergi saja.
Tapi lagi ,lagi dan lagi .. aku tak bisa. Entah mengapa yang aku inginkan hanyalah diri mu, bukan yang lain. Aku selalu menanti dan terus menanti tentang sebuah jawaban dari harapan ku selama ini , harapan yang membunuhku secara perlahan,harapan yang mematikan segala kebahagiaan yang harus terhenti tiba-tiba.Aku sakit dan letih berjuang sendirian untuk hal yang tak pernah peduli pada ku,untuk hal yang menarik ulurkan hatiku,memainkan perasaanku,dan mengabaikan penantianku.
Terlalu berkhayal pada hal yang tak akan pernah bisa terwujud..Itu aku.Dan akhirnya aku hanya bisa memendam harapanku yang tak akan pernah menjadi nyata.Aku ingin kamu tau semua-nya apa yang ingin aku sampaikan kepadamu, tapi aku tak punya keberanian untuk menunjukkannya kepadamu. Karena untuk mengungkapkan perasaan memang butuh keberanian. Sayang-nya memendam perasaan juga rasa-nya tidak selalu seindah yang kukira ,jika yang diharapkan bukan seperti yang diinginkan, lebih baik menerima dan mengikhlaskannya. dan selalu belajar dari kedaan.
Lihatlah ! aku diam,karena itu adalah wujud dari segala kesabaranku.Kesabaran yang penuh dengan kekecewaan dan selalu berakhir dengan air mata.Namun pantaskah aku menangis untuk seseorang yang tak pernah berbicara sayang?yang tak kunjung meyakinkan dengan kepastian?
Dari seseorang
yang letih memperjuangkan mu...
Namun , terima kasih untuk semua..Setidaknya kau telah membuat ku menunggu,mengajarkan aku untuk bisa bersabar.Dan akhirnya aku juga tau mana hal yang pantas untuk aku tunggu atau aku ikhlaskan.Kini aku memilih mengikhlaskan,karena terkadang hal yang selalu aku pertahankan malah menjadi hal yang paling menyakitkan untuk aku terima....

0 komentar:

Posting Komentar

 

Queenlauw Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos