Dan lagi ,kau
selalu membisu ketika ku bertanya tentang sebuah cinta.Memang perkenalan kita semata
hanya saling menerka-nerka, tanpa pernah benar-benar bertanya. Apakah sungguh
ada cinta?Aku dan kamu saling mengenal ,saling mengerti ,dan saling memahami
rasa meski tanpa alasan dari adanya sebuah kepastian.Betul tidak semua
ketulusan memberikan balasan.Tapi , pernahkah kau sedikit merasa bahkan
membayangkan sakitnya aku , yang ternyata hanya kau mainkan... Kau tau.. aku
lelah dengan semua.
Mungkin lebih
baik jika aku pergi saja.
Tapi lagi ,lagi
dan lagi .. aku tak bisa. Entah mengapa yang aku inginkan hanyalah diri mu, bukan
yang lain. Aku selalu menanti dan terus menanti tentang sebuah jawaban dari
harapan ku selama ini , harapan yang membunuhku secara perlahan,harapan yang
mematikan segala kebahagiaan yang harus terhenti tiba-tiba.Aku sakit dan letih
berjuang sendirian untuk hal yang tak pernah peduli pada ku,untuk hal yang
menarik ulurkan hatiku,memainkan perasaanku,dan mengabaikan penantianku.
Terlalu berkhayal pada hal yang tak akan pernah bisa terwujud..Itu aku.Dan akhirnya aku hanya bisa memendam harapanku yang tak akan pernah menjadi nyata.Aku ingin kamu tau semua-nya apa yang ingin aku sampaikan kepadamu, tapi aku tak punya keberanian untuk menunjukkannya kepadamu. Karena untuk mengungkapkan perasaan memang butuh keberanian. Sayang-nya memendam perasaan juga rasa-nya tidak selalu seindah yang kukira ,jika yang diharapkan bukan seperti yang diinginkan, lebih baik menerima dan mengikhlaskannya. dan selalu belajar dari kedaan.
Terlalu berkhayal pada hal yang tak akan pernah bisa terwujud..Itu aku.Dan akhirnya aku hanya bisa memendam harapanku yang tak akan pernah menjadi nyata.Aku ingin kamu tau semua-nya apa yang ingin aku sampaikan kepadamu, tapi aku tak punya keberanian untuk menunjukkannya kepadamu. Karena untuk mengungkapkan perasaan memang butuh keberanian. Sayang-nya memendam perasaan juga rasa-nya tidak selalu seindah yang kukira ,jika yang diharapkan bukan seperti yang diinginkan, lebih baik menerima dan mengikhlaskannya. dan selalu belajar dari kedaan.
Lihatlah ! aku diam,karena
itu adalah wujud dari segala kesabaranku.Kesabaran yang penuh dengan kekecewaan
dan selalu berakhir dengan air mata.Namun pantaskah aku menangis untuk
seseorang yang tak pernah berbicara sayang?yang tak kunjung meyakinkan dengan
kepastian?
![]() |
| Dari seseorang yang letih memperjuangkan mu... |
Namun , terima
kasih untuk semua..Setidaknya kau telah membuat ku menunggu,mengajarkan aku untuk
bisa bersabar.Dan akhirnya aku juga tau mana hal yang pantas untuk aku tunggu
atau aku ikhlaskan.Kini aku memilih mengikhlaskan,karena terkadang hal yang
selalu aku pertahankan malah menjadi hal yang paling menyakitkan untuk aku
terima....

0 komentar:
Posting Komentar