Senin, 20 Januari 2014

Cerita dibalik seporsi oriental bento.

Diposting oleh Melan Fatmawati di 00.57



Hari ini langit tak menangis seperti biasanya, mungkin dia mengerti apa yang kami ingini.Aku,nunung,dan amoy (bukan nama sebenarnya) mempunyai rencana ingin hangout sekaligus bertatap sapa setelah hampir 6 bulan tak bertatap mata.

Tepat pukul 11.00 mereka datang menjemput kegembiraan kami setelahnya.Karauke,bermain games,makan,curhat,foto,tertawa lepas menjadi rencana yang telah tersusun rapi untuk kami lewati dihari ini.Season city menjadi saksi semua yang kami lakukan untuk memakan teriknya siang dihari selasa 14 januari 2014 itu.
Segala kami lewati, mungkin diawali dari list untuk memasok energi dengan memesan satu menu oriental bento yang menjadi awal dari semua energi yang akan kami habiskan hari ini.

Ternyata kami harus menunggu 10-15 menit untuk memakan nya.Baiklah kami habiskan waktu menunggu itu untuk mencurahkan segala perasaan kami, dari lelucon,sampai emosi kami luapkan tanpa sadar bahwa tidak hanya kami bertiga disana.Biarlah,hari ini telah kami beli , untuk kami habiskan bertiga saja.iya bertiga saja.

            Intinya semua telah tercurahkan..seperti ini,saat ini dan detik ini....
mungkin Nunung telah menyukai teman satu kampusnya.Iya alim katanya.menjadi satu acuan dia mencintai pria alim itu.Mungkin cinta karena kekaguman sesaat atau bahkan waktu telah menyiapkan rencana lainnya.Iya kamu dan si pria alim itu memang tertakdirkan.Amin.
amoy,meluapkan segala emosi nya pada kisah yang masih tersisa.Kisah masa lalu yang ditahun ini telah dia bakar,bahkan telah mencoba melupakan.Semua telah terjadi.Terkadang ada masa dimana hanya menjadi sebuah jembatan untuk kita lewati ke masa yang lebih indah,yang terkadang terabaikan karena keindahan sesaat ketika kita melewati jembatan itu,jembatan yang hanya menyiapkan kebahagiaan sesaat saja,iya sesaat yang selalu kita artikan sebagai keindahan yang harus kita bayar dengan kesedihan dan air mata disaat kita harus melupakannya.
Aku.Kembali lagi ke aku.Masih sama.aku hanya menceritakan dia.Iya musuh terindahku yang menjelma sebagai cinta pertama,cinta yang tak pernah terlupakan,bagian paling indah dimasa transisi kekanak-kanakan menjadi remaja atau dewasa.Putih abu-abu.Cinta yang terlewatkan.cinta yang terabaiakan karena keegoisan,dan cinta yang tertutupi oleh kebencian.bukan benci biasa.benci yang diartikan sebagai “benar-benar cinta”.Pengennya ngungkapin tapi semua tidak seperti dulu.saat aku dan dia bertemu dimasa pertengahan putih abu-abu.yang aku ingin ungkapkan ,kata yang penuh keterlamabatan untuk ku mengatakan “AKU SUKA NYA SAMA KAMU MUSUHKU,BUKAN PACAR KU”
Iya semua cerita tetap kami jabarkan , bahkan kami deskripsikan dengan sangat.Sampai semua terlewatkan.Kami lega.Kami tertawa lepas.Mendengar segala percintaan kami masing-masing.Yang masih saja terbungkus dan dihiasi oleh keegoisan yang dipadukan oleh rasa gengsi yang mengalahkan perasaan sayang yang sebenarnya.Kami tak pernah menyesali apapun itu.Bagi kami ini hal biasa.semua memang harus dijumpai dan diakhiri,hanya waktu yang membedakan itu.Kami pun mempunyai kesimpulan dan sudut pandang yang berbeda bahwa semua mempunyai makna.Iya Nunung mungkin akan tetap mempertanyakan dan mengharapkan si pria alim itu menjadi bagian cerita disudut kampus yang akan mewarnai hidupnya.sekali lagi iya.Warna cinta.
Amoy tak kan lagi menggantungkan masa yang harusnya telah terkubur,masa yang hanya mengingatkan luka yang teramat dalam untuknya luka yang harusnya telah terkubur.Sekali lagi.Iya masa lalu.
Aku , tak kan pernah melupakan dia,cinta pertama ku,si mr.jail,lucu,musuh,dan ajaibnya si lelaki yang lahir pada hari yang sama dengan ku.Cinta pertama mengajarkan aku segalanya meskipun kita tak pernah terikat oleh sebuah kepastian,tapi itu telah melahirkan kebahagiaan.Kebahagiaan yang abadi dan sangat indah untuk dikenang.
Baiklah kami telah menghabiskan oriental bento dalam waktu yang cukup lama.Bukan karena porsi nya yang besar,tapi cerita dibalik semua, cerita dibalik seporsi oriental bento.
List selanjutnya pun akan kami mulai,hari ini,saat ini,dan sampai detik ini saat aku menuliskan berbagai macam aksara yang tersusun menjadi kalimat dan paragraf yang sekarang kalian baca.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Queenlauw Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos